Ini 6 Kepribadian Orang yang Lebih Suka Telepon Dibanding Chat
Tak semua orang nyaman berbincang lewat teks. Alih-alih berbagi pesan, beberapa orang lebih senang berbincang lewat telepon.
Pertanyaannya, bagaimana kepribadian orang yang lebih suka telepon dibandingkan chat?
Kehidupan di zaman kiwari memang serba praktis. Semua serba mudah, termasuk dalam hal komunikasi.
Berbagai layanan berbagi pesan menemani kehidupan hampir seluruh umat manusia saat ini. Tapi, tak semua orang memilih kepraktisan ini.
Chat atau pesan teks, misalnya, yang dianggap lebih praktis sering kali dianggap rentan miskomunikasi. Akibatnya, orang-orang tetap mengandalkan jalur sambungan telepon untuk berkomunikasi.
Kepribadian orang yang lebih suka telepon dibandingkan chat
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal JAMA Psychiatry menemukan, komunikasi via telepon dapat membantu mengurangi kesepian. Telepon bukan hanya untuk melatih ekstroversi, melainkan benar-benar terhubung dengan orang lain.
Berikut beberapa kepribadian orang yang lebih suka telepon dibandingkan chat, mengutip Your Tango.
1. Merasa nyaman dengan keheningan
Percakapan di telepon acapkali menimbulkan momen canggung saat kedua pihak saling diam karena kehilangan topik obrolan. Beberapa orang membencinya, tapi beberapa orang bisa menerimanya dengan baik, bahkan menganggapnya sebagai keheningan yang nyaman.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Progress in Brain Research menyebut, keheningan dapat mengaktifkan bagian otak dan sistem saraf yang memudahkan seseorang untuk merenung.
2. Menerima ketidakpastian
Menerima ketidakpastian merupakan salah satu tanda kecerdasan emosional. Mereka bisa menerima sesuatu yang tidak pasti atau hal-hal tak terduga sekalipun.
Ketidakpastian inilah yang terjadi dalam percakapan di telepon. Saat berbincang di telepon, orang tak punya waktu untuk menyusun kalimat. Hal ini membuat segala sesuatunya menjadi lebih spontan.
3. Komunikator yang lugas
Orang yang lebih suka telepon dibandingkan chat umumnya lebih lugas. Mereka tak cuma mengatakan apa yang dirasakan, tapi juga melakukan percakapan terbuka dengan orang lain tanpa menghindari kerentanan.
Psikiater Grant Hilary Brenner mengatakan, gaya komunikasi seperti itulah yang bisa meningkatkan kepuasan hidup. Saat seseorang bersikap terbuka dan memilih gaya komunikasi yang sehat, semua orang di sekitarnya akan mendapatkan manfaatnya.
4. Autentik
Alih-alih membangun citra tertentu lewat kalimat-kalimat yang disusun dalam pesan teks, orang yang lebih senang mengobrol di telepon sering kali lebih autentik.
Mereka tak merasa perlu membangun citra diri. Mereka tidak keberatan membiarkan orang lain benar-benar melihat mereka.
Alih-alih menyembunyikan, mereka membiarkan diri mereka yang asli terlihat untuk memperkaya interaksi sosial, percakapan, dan koneksi dengan cara yang lebih unik.
5. Tidak mengejar kendali
Orang-orang yang masih sering berbicara di telepon mau meluangkan waktu untuk hubungan sosial yang tulus. Mereka biasanya tak peduli akan kendali.
Mereka menjalin hubungan dan terlibat dalam percakapan karena hal tersebut menawarkan kegembiraan, bukan paksaan atau kekuasaan.
6. Mindful
Banyak studi menemukan, hadir sepenuhnya secara sadar atau mindful saat menjalani kehidupan sehari-hati tak cuma mengurangi kecemasan dan kekhawatiran, tapi juga membuat hidup jadi lebih menyenangkan.
Salah satunya bisa dilakukan dengan berbincang di telepon dan membuat rencana-rencana spontan. Orang seperti mereka biasanya bisa menikmati hal-hal kecil sekalipun.
Demikian beberapa ciri ciri kepribadian orang yang lebih suka telepon dibandingkan chat. Kamu termasuk?
(asr)