Proyek Bangun Kapal Pesiar Mirip Kota: Ada Sekolah, RS, hingga Stadion

CNN Indonesia
Minggu, 07 Jun 2026 20:30 WIB
Ilustrasi kapal pesiar. (Istockphoto/Rawpixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Industri maritim dunia bersiap menyambut kehadiran mahakarya kapal pesiar paling ambisius dalam sejarah manusia.

Rencana pembangunan Freedom Ship, sebuah kapal pesiar raksasa berskala kota terapung yang dilengkapi dengan rumah sakit, sekolah, hingga kompleks taman kota, kini dilaporkan semakin mendekati kenyataan.

Saat ini, takhta kapal pesiar terbesar di dunia masih dipegang bersama oleh duo armada kelas Icon milik Royal Caribbean International, yakni Star of the Seas dan Icon of the Seas, yang masing-masing berkapasitas 7.600 penumpang.

Namun, cetak biru Freedom Ship diproyeksikan akan berukuran delapan kali lipat lebih masif dari kedua kapal raksasa tersebut. Mega proyek ini diestimasi menelan biaya fantastis mencapai 12 miliar Poundsterling atau sekitar Rp290 triliun.

Seperti dilansir Time Out, kapal ini didesain memiliki panjang hingga satu mil (1,6 kilometer), menjulang setinggi 30 dek, dan mampu menampung total 80,000 orang sekaligus di atas lambung kapalnya.

Secara rinci, kapal ini dirancang untuk menjadi rumah bagi 50.000 penduduk tetap, memiliki kapasitas tambahan bagi 10.000 tamu pesiar harian, serta diawaki oleh sedikitnya 20.000 kru kapal.

Guna menekan jejak karbon, Freedom Ship direncanakan beroperasi menggunakan bahan bakar nuklir, yang diklaim mampu membantu membersihkan ekosistem lautan sembari kapal melaju.

Karena dimensinya yang terlalu raksasa, kapal ini dipastikan tidak akan pernah bisa bersandar di pelabuhan mana pun di bumi dan bakal terus berlayar menetap di perairan internasional.

Roger Gooch, CEO Freedom Cruise Line International, memaparkan bahwa megastruktur ini akan berfungsi layaknya sebuah megapolitan modern di daratan.

Beberapa fasilitas utama yang akan dibangun di dalam lambung kapal antara lain:

- Jaringan hotel bertingkat tinggi dan taman kota seluas tiga hektare.
- Stadion olahraga berkapasitas 15.000 penonton dan gedung pertunjukan simfoni.
- Jaringan moda transportasi trem internal serta jalur pedestrian sepanjang 24 kilometer.
- Pusat perbelanjaan, cabang perbankan, kasino, serta pusat kuliner dua lantai.
- Fasilitas pendidikan lengkap yang mencakup jenjang sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi.

Selain itu, Freedom Ship juga akan mengintegrasikan rumah sakit riset dengan teknologi medis mutakhir. Kehadiran rumah sakit ini dilaporkan sangat menarik minat berbagai lembaga riset medis global karena posisinya yang berada di laut lepas, sehingga secara hukum berada di luar yurisdiksi badan regulasi kesehatan negara mana pun.

Lambung Kapal Rencananya Dibuat di Indonesia

Ide ambisius ini pertama kali dicetuskan pada era 1990-an oleh seorang insinyur asal Amerika Serikat, Norman Nixon, yang telah wafat pada tahun 2012. Setelah sempat terombang-ambing tanpa kepastian selama hampir tiga dekade, proyek ini kini mulai menunjukkan titik terang.

Menariknya, terdapat proposal rencana bahwa konstruksi lambung raksasa Freedom Ship ini akan digarap dan dibangun di Indonesia. Kendati demikian, satu-satunya tembok besar yang mengganjal realisasi pembangunan kota terapung ini adalah pemenuhan kebutuhan modal yang masif.

Pihak manajemen menyatakan tetap optimistis dapat mengeksekusi proyek ini. Strategi pendanaan yang tengah digodok mencakup skema investasi dari para pengusaha yang tertarik menyewa atau membeli ruang usaha di atas kapal, serta bagi hasil dari sektor bisnis hiburan internal seperti kasino.

(wiw)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Menelusuri Penyebaran Hantavirus

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK