Pola Wisata di Indonesia Bergeser, Turis Berbondong Buru 'Hidden Gems'

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 20:00 WIB
Ilustrasi turis di Indonesia. (iStock/Marcos Calvo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pola perjalanan turis di Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Turis kini cenderung menghindari kota-kota besar dan lebih memilih menjelajahi destinasi alternatif demi memburu keindahan alam, pengalaman autentik, serta interaksi erat dengan budaya lokal.

Laporan terbaru Airbnb bertajuk Beyond the Beaten Track: Unlocking Tourism Growth Across Asia Pacific mengungkapkan bahwa permintaan wisata di luar kota besar terus melonjak. Tren ini membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi komunitas lokal di berbagai daerah.

Data internal Airbnb mencatat hampir satu dari lima penginapan di Indonesia kini berlokasi di luar kota besar. Selain itu, durasi menginap wisatawan di area ini juga meningkat lebih dari 15 persen pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Data ini mengonfirmasi bahwa pelancong secara konsisten mencari destinasi yang lebih tenang dan belum banyak dikenal publik.

Pergeseran tren perjalanan ini terlihat nyata di sejumlah daerah. Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat kenaikan periode menginap hingga 68 persen secara tahunan. Angka ini menempatkan Lombok sebagai salah satu destinasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, Kabupaten Nabire di Papua berhasil menerima pemesanan Airbnb pertamanya pada tahun 2025. Pencapaian signifikan ini menegaskan bahwa pariwisata Nusantara kini mulai merambah dan berkembang di wilayah timur Indonesia yang sebelumnya jarang terjamah.

Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan distribusi perjalanan yang semakin merata di Indonesia, di mana manfaat ekonomi pariwisata mulai dirasakan oleh komunitas-komunitas kecil.

Daya tarik destinasi hidden gems ini tidak hanya memikat pelancong domestik. Data Airbnb menunjukkan bahwa 90 persen tamu yang menginap di luar kota besar justru merupakan wisatawan mancanegara. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa daya tarik kultur dan lanskap alam Indonesia di kancah global kian mendalam.

Sejalan dengan tren di Asia Pasifik, motivasi utama para turis berwisata ke luar kota besar adalah untuk mencari pemandangan alam yang memukau serta suasana yang lebih tenang dan santai.

Berdasarkan survei Airbnb terhadap wisatawan Indonesia, kesadaran akan dampak sosial dari perjalanan yang mereka lakukan kian meningkat:

- 95% wisatawan menyatakan penting bagi mereka untuk berkunjung ke destinasi wisata yang mendukung masyarakat lokal.
- 85% wisatawan tertarik mengunjungi daerah di luar kota besar jika tersedia pilihan akomodasi alternatif.
- 100% wisatawan menyatakan bahwa rekomendasi dari tuan rumah (host) berpengaruh langsung terhadap pengeluaran mereka selama berwisata.

Dampak positifnya, pengeluaran turis kini langsung mengalir ke lini ekonomi akar rumput. Para pelancong memilih menghabiskan anggaran mereka di kafe atau restoran setempat, berbelanja di pasar tradisional, serta menikmati wisata alam yang dikelola oleh warga sekitar.

Ketersediaan akomodasi alternatif turut menjadi faktor kunci yang mendorong pergeseran perilaku wisatawan. Selama ini, banyak destinasi potensial di luar kota besar menghadapi kendala keterbatasan infrastruktur perhotelan konvensional.

Platform akomodasi alternatif membantu menjembatani kesenjangan tersebut dengan memperluas akses penginapan di wilayah terpencil. Langkah ini memungkinkan masyarakat setempat berpartisipasi aktif dalam sektor pariwisata.

Menariknya, satu dari empat wisatawan di Asia Pasifik menyatakan tidak akan mengunjungi destinasi di luar kota besar jika tidak ada platform akomodasi seperti Airbnb. Temuan ini menegaskan pentingnya peran penginapan berbasis warga dalam membuka arus pariwisata baru.

Secara akumulatif, 92 persen wisatawan Indonesia tercatat telah mengunjungi destinasi di luar kota besar dalam setahun terakhir. Hal ini menandakan masa depan pariwisata Indonesia akan jauh lebih inklusif dan merata.

Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara & India, Amanpreet Bajaj, menyatakan pergeseran cara bepergian ini membantu pemerataan manfaat ekonomi pariwisata secara bertanggung jawab.

"Di tengah dunia yang semakin terhubung, kami melihat pergeseran yang jelas dalam cara orang berpergian. Di Indonesia, wisatawan beralih dari destinasi wisata yang terkenal ke destinasi di luar kota besar yang menawarkan ritme yang lebih lambat, koneksi yang lebih personal, serta kehidupan lokal yang lebih autentik," ujar Amanpreet Bajaj.

"Peningkatan permintaan ini membantu mendorong penyebaran manfaat pariwisata secara lebih merata ke berbagai masyarakat, sekaligus mendukung upaya Indonesia dalam mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab. Dengan mendorong lebih banyak wisatawan untuk menjelajahi destinasi yang sedang berkembang, Airbnb membantu membuka peluang ekonomi baru bagi tuan rumah dan pelaku usaha lokal di seluruh Indonesia," tambahnya.

(wiw)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Gowes Sambil Menikmati Keindahan Desa

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK