7 Ciri DBD pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan Orang Tua
Daftar Isi
- 1. Demam tinggi mendadak selama beberapa hari
- 2. Sakit kepala dan nyeri di belakang mata
- 3. Nyeri otot, sendi, dan perut
- 4. Nafsu makan menurun, mual, dan muntah
- 5. Muncul ruam merah atau bintik-bintik pada kulit
- 6. Mimisan atau gusi berdarah
- 7. Anak terlihat gelisah, sangat lemas, atau sulit dibangunkan
Ciri DBD pada anak perlu dikenali sejak dini oleh orang tua agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Pasalnya, gejala demam berdarah dengue (DBD) pada tahap awal sering kali menyerupai flu atau infeksi virus biasa sehingga kerap tidak disadari.
Demam pada anak memang sering dianggap sebagai kondisi ringan yang akan membaik dengan sendirinya. Namun, hal tersebut tidak selalu benar, terutama saat musim hujan ketika kasus DBD cenderung meningkat.
Karena gejalanya mirip dengan penyakit lain, banyak kasus DBD baru terdeteksi ketika kondisinya sudah memasuki fase yang lebih serius. Oleh sebab itu, orang tua perlu mewaspadai berbagai tanda yang muncul agar anak bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa ciri DBD pada anak yang paling sering muncul dan perlu mendapat perhatian khusus:
1. Demam tinggi mendadak selama beberapa hari
Menurut Bangkok Hospital, salah satu gejala paling umum DBD adalah demam tinggi mendadak dengan suhu tubuh mencapai 39-40 derajat Celsius.
Demam biasanya berlangsung lebih dari tiga hari, rata-rata sekitar lima hari, bahkan bisa mencapai tujuh hari. Berbeda dengan demam biasa, suhu tubuh anak sering kali sulit turun meski sudah mendapatkan penanganan awal di rumah.
2. Sakit kepala dan nyeri di belakang mata
Sakit kepala yang cukup berat juga termasuk gejala DBD yang sering ditemukan. Pada beberapa kasus, anak juga merasakan nyeri di area belakang mata yang semakin terasa saat menggerakkan bola mata.
Gejala ini memang tidak selalu mudah dikenali pada anak yang masih kecil. Namun, anak yang sudah dapat berkomunikasi biasanya akan mengeluhkan sakit kepala atau rasa tidak nyaman di sekitar mata.
3. Nyeri otot, sendi, dan perut
Infeksi virus dengue dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh. Akibatnya, anak bisa mengalami nyeri otot, nyeri sendi, hingga sakit perut yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan tersebut umumnya muncul bersamaan dengan demam tinggi. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kombinasi gejala yang muncul, bukan hanya satu tanda saja.
4. Nafsu makan menurun, mual, dan muntah
Penurunan nafsu makan merupakan gejala yang cukup sering terjadi pada penderita DBD. Anak biasanya tampak lebih lemas, mudah lelah, serta mengalami mual dan muntah.
Pada kondisi yang lebih berat, muntah bahkan dapat disertai darah. Muntah yang terjadi terus-menerus hingga anak sulit mempertahankan asupan cairan juga perlu segera mendapatkan perhatian medis karena dapat menandakan perkembangan penyakit yang lebih serius.
5. Muncul ruam merah atau bintik-bintik pada kulit
Ruam kemerahan pada kulit sering menjadi tanda yang mulai terlihat ketika infeksi dengue berkembang. Selain ruam, dapat muncul bintik-bintik merah atau ungu kecil di bawah kulit yang dikenal sebagai petechiae.
Menurut Altrus Health Care, kemunculan petechiae dapat mengindikasikan penurunan jumlah trombosit dalam darah. Karena itu, kondisi ini tidak boleh diabaikan dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
6. Mimisan atau gusi berdarah
Penurunan jumlah trombosit dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah. Akibatnya, anak berisiko mengalami perdarahan ringan hingga berat.
Perdarahan dari hidung, gusi, urine yang mengandung darah, maupun bintik perdarahan di bawah kulit dapat menjadi tanda bahwa penyakit sedang berkembang ke arah yang lebih serius.
7. Anak terlihat gelisah, sangat lemas, atau sulit dibangunkan
Kondisi yang paling berbahaya adalah ketika DBD berkembang menjadi dengue berat atau dengue shock syndrome. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan memerlukan perawatan segera di rumah sakit.
Masih mengutip Altrus Health Care, tanda-tanda yang mengarah pada dengue berat meliputi gelisah tanpa sebab yang jelas, napas cepat atau dangkal, kulit terasa dingin atau lembap, kebingungan, hingga anak sangat sulit dibangunkan.
Apabila gejala tersebut muncul, orang tua perlu segera membawa anak ke instalasi gawat darurat.
Pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan segera jika anak mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari disertai beberapa gejala di atas. Hingga saat ini belum ada obat yang secara langsung menyembuhkan infeksi dengue.
Penanganan umumnya berfokus pada pemberian cairan yang cukup, pemantauan kondisi pasien, serta pencegahan komplikasi. Karena itu, mengenali ciri DBD pada anak sejak awal menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko terjadinya kondisi yang lebih berat dapat diminimalkan.
(gas/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


