21 Tahun Terparkir, 2 Pesawat Akan Disulap PTDI Jadi Wahana Edukasi
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berencana mengalihfungsikan dua unit pesawat misterius yang telah telantar di kawasan fasilitas mereka sejak tahun 2005.
Jika tetap tidak ada pihak yang mengklaim kepemilikannya, dua bangkai jet tersebut akan diambil alih secara hukum untuk disulap menjadi wahana edukasi atau edutainment serta media promosi.
Hingga kini, perusahaan dirgantara pelat merah tersebut masih terus mencari pemilik sah dari dua pesawat jenis Boeing 737-200 dengan nomor registrasi PK-IJI (MSN-22125) dan PK-IJJ (MSN-22130). Kedua burung besi tersebut tercatat sudah terparkir tanpa kejelasan status selama lebih dari dua dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen PTDI menegaskan telah menempuh berbagai cara untuk melacak jejak kepemilikan armada tersebut. Serangkaian upaya yang telah dilakukan seperti mendatangi kantor PT ANI yang saat ini tercatat telah berganti nama.
PTDI juga sudah memanggil kurator dari PT Bouraq, meskipun maskapai swasta tersebut telah lama dinyatakan pailit.
Selain itu, ada koordinasi juga dengan PT PAN, sebuah perusahaan BUMN yang telah diobligasikan. PTDI juga menyebarkan pengumuman terbuka secara masif melalui berbagai platform media sosial.
Manager Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PTDI, Adi Prastowo, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan aset tersebut terbengkalai tanpa status. Jalur hukum formal siap ditempuh untuk melegalkan status kepemilikan oleh PTDI.
"Setelah kami menempuh jalur legal dan seluruh unsur hukumnya terpenuhi, maka kedua pesawat ini akan sepenuhnya berada di bawah kendali PTDI untuk kepentingan yang positif," ujar Adi, seperti dilansir Detik, Rabu (10/6).
Adi membeberkan bahwa dua unit Boeing 737-200 tersebut dulunya merupakan armada kargo komersial yang dioperasikan oleh maskapai Bouraq, bukan pesawat pengangkut penumpang.
Saat ini, kondisi fisik kedua pesawat misterius tersebut sudah tidak lagi utuh karena hanya menyisakan bagian badan, sementara komponen mesinnya sudah hilang total.
Melihat kondisi tersebut, PTDI menilai alih fungsi menjadi sarana edukasi interaktif adalah opsi yang paling tepat dan bernilai guna.
"Selanjutnya ada beberapa opsi, bisa dijadikan media promosi atau salah satu wahana edutainment PTDI. Karena tinggal badan tanpa mesin, ini sangat cocok dijadikan sarana edukasi agar bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkas Adi.
(wiw) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]