Jangan Abaikan Jantung Bocor, Kenali Gejala dan Risikonya
Istilah "jantung bocor" mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Namun, kondisi ini bukan sekadar istilah awam, melainkan mengacu pada gangguan pada katup jantung yang berperan penting dalam mengatur aliran darah di dalam tubuh.
Katup jantung bekerja seperti pintu yang membuka dan menutup untuk memastikan darah mengalir ke arah yang benar.
Ketika katup mengalami gangguan, seperti penyempitan, kebocoran, atau tidak dapat menutup secara sempurna, aliran darah menjadi tidak optimal dan membuat jantung harus bekerja lebih keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menjadi perhatian, gangguan katup jantung sering kali berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika gangguan sudah memasuki tahap yang lebih serius.
Gangguan Katup Jantung Sulit Disadari
Dokter Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FSCAI dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, tubuh memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap gangguan yang terjadi pada tahap awal.
"Gangguan katup jantung sulit disadari, karena pada tahap awal tubuh masih berusaha beradaptasi terhadap gangguan yang terjadi. Meski gejala belum terasa, jantung tetap dipaksa bekerja lebih keras," katanya dikutip Kamis (11/6).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat seseorang dapat merasa sehat meski sebenarnya beban kerja jantung terus meningkat. Jika berlangsung dalam waktu lama, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Gangguan Katup Jantung yang Perlu Diwaspadai
Kepekaan terhadap sinyal tubuh menjadi kunci. Waspadai keluhan seperti mudah lelah bahkan saat beraktivitas ringan, sesak napas, nyeri dada, serta pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.
"Keluhan tersebut masih sering dianggap sebagai efek penuaan atau keluhan biasa, sehingga masyarakat jadi sering menunda pemeriksaan," kata doter Jeffrey.
Risikonya Jika Dibiarkan
Gangguan katup jantung yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memberikan dampak besar terhadap fungsi jantung. Ketika jantung terus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh, kemampuan memompa darah dapat menurun.
"Gangguan katup jantung yang dibiarkan dapat berujung pada masalah serius seperti gagal jantung akibat ketidakmampuan memompa darah secara optimal, gangguan irama jantung (aritmia), penurunan kualitas hidup, hingga risiko kematian mendadak pada kondisi tertentu," kata dokter Jeffrey.
Dua langkah utama yang dianjurkan:
Pemeriksaan berkala, terutama bagi yang memiliki faktor risiko, termasuk konsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk gejala yang mencurigakan.
Gaya hidup sehat, pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin untuk mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh Heart & Vascular Center Mayapada Hospital Surabaya.
Penanganan penyakit katup jantung secara komprehensif tersedia melalui Heart & Vascular Center Mayapada Hospital Surabaya (MHSB), dengan tiga pilar utama:
1. Advanced Treatment
Meliputi berbagai tindakan lanjutan seperti CAG, Complex PCI, penanganan aritmia, kelainan struktur jantung, hingga penggunaan Left Ventricular Assist Device (LVAD) bagi pasien dengan gagal jantung tahap lanjut.
2. Emergency Excellence
Didukung layanan Cardiac Emergency dengan dokter spesialis yang tersedia di lokasi selama 24 jam, Chest Pain Unit untuk membantu mendeteksi keluhan nyeri dada, serta akses layanan melalui Call Center 150990 dan Emergency Call di aplikasi MyCare.
3. Team-Based Management
Setiap keputusan klinis dilakukan melalui Cardiac Board yang melibatkan berbagai tenaga ahli, mulai dari dokter spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga spesialis jantung anak. Pasien dan keluarga juga mendapatkan pendampingan melalui Cardiac Advisor sejak tahap awal pemeriksaan hingga proses pemulihan.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan secara berkala, gangguan katup jantung dapat ditangani lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.
(inh) Add
as a preferred source on Google