3 Tips Memilih Waktu Terbaik untuk Terbang agar Terhindar dari Jet Lag

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 04:30 WIB
Meski jet lag sulit dihindari sepenuhnya saat perjalanan jauh, namun memilih waktu penerbangan yang tepat bisa membantu mengurangi efeknya.
Ilustrasi. Meski jet lag sulit dihindari sepenuhnya saat perjalanan jauh, namun memilih waktu penerbangan yang tepat bisa membantu mengurangi efeknya. (iStockphoto/rudi_suardi)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kamu hendak bepergian jauh naik pesawat dan ingin terhindar dari jet lag? Coba pilih waktu terbaik untuk terbang ini agar tidak jet lag.

Dikutip dari Forbesjet lag adalah kondisi ketika jam biologis tubuh tidak sesuai dengan waktu di negara tujuan. Kondisi ini sering terjadi saat melakukan perjalanan jauh yang melewati beberapa zona waktu, seperti dari Indonesia ke Eropa, Amerika Serikat, atau sebaliknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, tubuh bisa merasa lelah, sulit tidur, mengantuk di siang hari, hingga sulit berkonsentrasi. Meski sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa cara yang bisa membantu mengurangi risiko jet lag, termasuk memilih waktu penerbangan yang tepat.

Waktu terbaik untuk terbang

Simak kapan waktu yang terbaik untuk melakukan perjalanan udara supaya tidak mengalami jet lag.

1. Pilih penerbangan yang tiba pada sore atau menjelang malam

Melansir dari situs Travel Leisure, banyak pakar perjalanan menyarankan waktu terbaik untuk terbang agar tidak jet lag adalah penerbangan yang membuat kamu tiba di tujuan sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Alasannya, kamu masih memiliki waktu untuk terkena sinar matahari dan beraktivitas ringan sebelum tidur malam. Paparan cahaya alami membantu tubuh lebih cepat menyesuaikan diri dengan zona waktu baru.

Bagi wisatawan Indonesia yang bepergian ke Eropa atau Timur Tengah, jadwal tiba pada sore hari biasanya lebih nyaman dibanding tiba pagi hari dalam kondisi kurang tidur.


2. Untuk perjalanan ke Eropa, penerbangan malam sering lebih ideal

Penerbangan dari Jakarta ke kota-kota Eropa umumnya memakan waktu lebih dari 12 jam. Jika berangkat malam dari Indonesia, kamu bisa mencoba tidur selama perjalanan dan tiba pada pagi atau siang hari di tujuan.

Cara ini membantu tubuh menyesuaikan pola tidur dengan waktu setempat, meski efeknya bisa berbeda pada setiap orang.


3. Hindari jadwal yang membuat kamu tiba tengah malam

Tiba di negara tujuan pada tengah malam bisa membuat proses adaptasi lebih sulit. Selain tubuh yang lelah, pilihan transportasi dan aktivitas juga lebih terbatas.

Sebisa mungkin pilih jadwal yang memungkinkan kamu tiba saat masih ada aktivitas di luar ruangan sehingga tubuh mendapat sinyal waktu baru dari lingkungan sekitar.


Cara mencegah jet lag sebelum dan selama penerbangan

Tak hanya memilih waktu yang tepat, situs Qantas juga mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah jet lag, yakni:

1. Ubah jadwal tidur beberapa hari sebelum berangkat

Jika bepergian ke negara yang waktunya lebih cepat dari Indonesia, cobalah tidur 30 hingga 60 menit lebih awal selama beberapa hari sebelum keberangkatan.

Sebaliknya, jika menuju negara dengan waktu lebih lambat, kamu bisa tidur sedikit lebih malam dari biasanya.

2. Perbanyak minum air putih

Kabin pesawat memiliki tingkat kelembapan yang rendah sehingga tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi. Kondisi ini dapat memperparah gejala jet lag.

Minumlah air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Kurangi konsumsi alkohol serta minuman berkafein berlebihan karena dapat mengganggu kualitas tidur.


3. Tidur mengikuti waktu negara tujuan

Setelah naik pesawat, ubah jam tangan atau ponsel ke waktu negara tujuan. Jika di tujuan sudah malam, cobalah tidur. Jika masih siang, usahakan tetap terjaga.

Cara sederhana ini membantu tubuh mulai menyesuaikan ritme biologis lebih cepat.

4. Bergerak secara berkala

Duduk terlalu lama selama penerbangan dapat membuat tubuh terasa pegal dan lemas. Luangkan waktu untuk berjalan di lorong pesawat atau melakukan peregangan ringan setiap beberapa jam.

Selain meningkatkan sirkulasi darah, tubuh juga akan terasa lebih segar saat tiba di tujuan.

Demikian waktu terbaik untuk terbang agar tidak jet lag dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.

(sac/fef) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]