Cek 7 Ciri-Ciri Ini, Apakah Anda Melakukan Helicopter Parenting?

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 17:00 WIB
Kenali ciri-cirinya, apakah Anda melakukan helicopter parenting? Ini adalah gaya parenting yang terlalu protektif dan mengkhawatirkan anak-anaknya.
Ilustrasi. Kenali ciri-cirinya, apakah Anda melakukan helicopter parenting? Ini adalah gaya parenting yang terlalu protektif dan mengkhawatirkan anak-anaknya. (Istockphoto/Fizkes)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh sukses, aman, dan bahagia. Namun karena rasa sayang itulah, sebagian orang tua terjebak melakukan helicopter parenting.

Mengutip laman Parents, istilah ini mengacu pada orang tua yang terlalu protektif dan mengkhawatirkan anak-anaknya. Namun fokus yang intens ini justru bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, citra diri, hingga keterampilan anak mengatasi masalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang tua yang melakukan gaya parenting ini tentunya sering tak sadar dirinya sudah terlalu ikut campur dalam kehidupan anak. Apakah Anda termasuk salah satunya?

Ciri-ciri orang tua yang lakukan helicopter parenting

Jika Anda penasaran apakah selama ini terlalu ikut campur dalam hidup anak, coba cek beberapa ciri berikut:

1. Terlalu sering mengerjakan tugas anak

Menurut WebMD, salah satu tanda paling umum dari helicopter parenting, yakni ikut mengerjakan tugas sekolah anak.

Mulai dari membantu pekerjaan rumah sampai menyelesaikan soal yang sebenarnya dikerjakan sendiri oleh anak, orang tua merasa perlu turun tangan agar hasilnya sempurna. Padahal, anak justru belajar banyak saat harus berusaha sendiri.

2. Selalu ikut campur dalam masalah sosial anak

Ketika anak bertengkar dengan teman, orang tua yang terlalu protektif sering langsung ingin menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya, langsung menghubungi orang tua teman anak atau mengambil alih pembicaraan.

Sikap ini memang terlihat membantu, tetapi bisa menghambat anak belajar menyelesaikan konflik. Lebih baik, orang tua menjadi pendengar yang baik dan membimbing anak agar mampu berbicara sendiri dengan lebih tenang.

3. Menggurui guru anak

Banyak orang tua merasa perlu ikut mengawasi semua aktivitas anak, termasuk kegiatan di sekolah.

Mereka sering memberi arahan kepada pelatih atau guru anak di sekolah, menanyakan perkembangan anak terus-menerus, atau bahkan mengoreksi keputusan orang dewasa lain yang membimbing anak. Tugas orang tua sebaiknya mendukung, bukan mengambil alih.

4. Tak bisa membiarkan anak mengalami kegagalan

Anak yang selalu dilindungi dari kegagalan akan sulit menghadapi tantangan saat dewasa. Jika setiap kali anak salah lalu orang tua langsung memperbaiki semuanya, anak jadi tidak punya kesempatan belajar dari kesalahan.

5. Terlalu melindungi anak dari risiko

Orang tua yang terlalu cemas, sering melarang hampir semua hal yang dianggap berisiko, meskipun risikonya kecil. Anak tidak boleh berlari terlalu cepat atau tidak boleh mencoba hal baru karena dianggap berbahaya.

Tentu saja, keselamatan tetap penting. Namun, jika terlalu dibatasi, anak bisa kehilangan kesempatan untuk berkembang secara fisik maupun mental.

6. Terus-menerus memantau anak

Ciri lain helicopter parenting, yaitu kebiasaan memantau anak secara terus-menerus, baik lewat teknologi maupun secara langsung. Misalnya, mengecek media sosial anak terlalu sering, masuk kamar tanpa mengetuk, atau terus menanyakan kabar dari guru.

Menurut laman Tutor Time, perilaku ini biasanya muncul dari rasa cemas kehilangan kendali. Sayangnya, anak bisa merasa sesak dan tidak punya ruang pribadi.

7. Membuat jadwal anak terlalu padat

Anak yang jadwalnya selalu penuh dengan les, kursus, olahraga, dan berbagai kegiatan lain, mungkin terlihat sangat produktif.

Namun, jika semua waktu diisi tanpa jeda, anak bisa kelelahan dan kehilangan waktu untuk bermain atau sekadar beristirahat. Anak juga butuh ruang untuk menikmati hal yang benar-benar mereka sukai.

Dukungan memang penting, tetapi anak juga perlu diberi ruang untuk belajar mandiri dan tumbuh dengan caranya sendiri.

Jadi, dari daftar ciri-ciri orang tua dengan helicopter parenting di atas, apakah Anda merasa salah satu di antaranya atau tidak?

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]