5 Cara Mengontrol Ledakan Emosi Anak dengan ADHD agar Lebih Tenang

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa cara mengontrol emosi anak ADHD yang meledak-ledak. (Istockphoto/ Nadezhda1906)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anak dengan kondisi attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) tak hanya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian atau mengendalikan perilakunya. Banyak anak ADHD juga rentan mengalami ledakan emosi, seperti mudah marah, frustrasi, sedih, atau menangis secara tiba-tiba.

Lantas, bagaimana cara mengontrol emosi anak ADHD?

Kondisi tersebut kerap membuat orang tua bingung dalam menghadapi perubahan suasana hati anak. Padahal, kesulitan mengelola emosi merupakan salah satu tantangan yang cukup umum dialami oleh anak dengan ADHD.

Terlebih, anak dengan kondisi ADHD umumnya sulit menenangkan diri. Alhasil, Anda sebagai orang tua membutuhkan waktu agak lama untuk menenangkan si anak.

Karena itu, orang tua perlu mengetahui perlakuan yang tepat untuk membantu anak mengenali dan mengelola emosinya.

Cara mengontrol emosi anak ADHD

Melansir laman Raising Children Network, berikut beberapa cara mengontrol emosi anak ADHD yang bisa Anda coba di rumah.

1. Ajarkan anak mengenali berbagai jenis emosi

Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah membantu anak mengenali emosi yang sedang dirasakannya. Banyak anak ADHD merasa marah, sedih, atau kecewa tanpa benar-benar memahami apa yang sedang terjadi pada dirinya.

Anda bisa mulai dengan mengenalkan emosi melalui aktivitas sederhana, seperti membaca buku cerita, menonton televisi, atau saat melihat interaksi orang lain.

Jika si anak sering diperkenalkan dengan berbagai jenis emosi, semakin mudah pula mereka memahami perasaannya sendiri.

2. Hubungkan emosi dengan reaksi tubuh

Selain mengenali emosi, anak pun perlu memahami bila setiap emosi biasanya menimbulkan sensasi tertentu pada tubuh.

Coba jelaskan kepada anak bahwa:

- Saat gugup, perut bisa terasa tidak nyaman.
- Saat takut, jantung dapat berdebar lebih cepat.
- Saat marah, wajah terasa panas atau tangan mengepal tanpa sadar.

Jika Anak mampu memahami tanda-tanda tersebut, mereka bisa lebih cepat menyadari emosinya sebelum emosinya benar-benar terluapkan.

3. Bantu anak mengungkapkan apa yang dirasakan

Anak ADHD biasanya mengalami kesulitan menjelaskan apa yang sedang dirasakan. Karena itu, orang tua harus membantu mereka mengidentifikasi emosi secara perlahan.

Anda bisa mulai belajar mengidentifikasi emosi yang sederhana seperti senang, takut, sedih, atau marah. Setelah itu, kenalkan emosi yang lebih rumit seperti malu, kecewa, iri, atau frustrasi.

4. Siapkan daftar aktivitas untuk menenangkan diri

Cara mengontrol emosi anak ADHD selanjutnya dengan menyiapkan daftar aktivitas yang bisa dilakukan anak untuk menenangkan diri.

Maksudnya, ketika emosi mulai anak memuncak, ia disarankan memiliki cara yang sehat untuk menenangkan dirinya. Anda bisa membuat daftar aktivitas yang dapat dipilih anak, seperti:

- istirahat sejenak,
- minum air putih,
- berjalan kaki,
- berlari,
- mendengarkan musik,
- membaca buku,
- duduk di tempat yang tenang.

Anda bisa menempel daftar tersebut di tempat yang mudah dilihat. Nantinya, si anak diharapkan mempunyai pilihan yang jelas untuk menenangkan diri ketika emosinya mulai terasa.

5. Berikan contoh cara mengelola emosi yang baik

Ilustrasi. Ada beberapa cara mengatasi emosi anak ADHD yang meledak-ledak. (Istockphoto/ Lovleah)

Anak-anak, termasuk anak dengan kondisi ADHD, belajar banyak hal dari apa yang dilakukan orang tuanya. Maka itu, cara Anda mengelola emosi juga akan memengaruhi perilaku anak.

Ketika anak mengalami ledakan emosi yang membuat Anda ikut kesal, cobalah menenangkan diri terlebih dahulu. Hindari membalas kemarahan anak dengan bentakan atau emosi yang sama.

Setelah suasana lebih kondusif, ajak anak berdiskusi mengenai apa yang terjadi. Pendekatan ini akan mendorong anak belajar bila setiap emosi dapat dikelola dengan cara yang lebih tenang.

Itulah beberapa cara mengontrol emosi anak ADHD yang dapat Anda coba di rumah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga membantu!

(san/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK