Gelombang Panas Landa Prancis, Disneyland Paris Tutup Wahana Outdoor

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 15:15 WIB
Akibat gelombang panas di Prancis, Disneyland Paris tutup wahana outdoor. Untungnya, wahana indoor masih bisa terbuka untuk pengunjung.
Akibat gelombang panas di Prancis, Disneyland Paris tutup wahana outdoor. Untungnya, wahana indoor masih bisa terbuka untuk pengunjung. (REUTERS/GONZALO FUENTES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Disneyland Paris menghentikan sementara operasional seluruh wahana luar ruangan di tengah gelombang panas yang melanda Prancis dan memicu status siaga merah nasional.

Seperti yang diberitakan Parade pada Selasa (23/6), kebijakan ini diambil sebagai langkah keselamatan menyusul suhu yang diperkirakan menembus 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah Prancis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prancis dan kawasan Eropa Barat saat ini sedang berada dalam cengkeraman heat dome atau kubah panas yang memicu krisis kesehatan publik. Berdasarkan data resmi meteorologi dari Météo-France, suhu siang hari melonjak hingga lebih dari 44 derajat Celsius.

Sebagai respons langsung terhadap situasi tersebut, Disneyland Paris menutup seluruh atraksi outdoor di Disneyland Park dan Disney Adventure World hingga cuaca ekstrem mereda.

Informasi ini pertama kali disorot oleh akun 'orang dalam' di media sosial, @ED92Magic, yang menyebut seluruh lintasan terbuka dan antrean outdoor ditutup tanpa batas waktu yang ditetapkan, karena kondisi berbahaya.

Adapun wahana outdoor secara signifikan akan tetap dihentikan pada jam-jam terpanas. Sejumlah wahana favorit seperti Indiana Jones and the Temple of Peril, Dumbo the Flying Elephant, dan Toy Soldiers Parachute Drop dilaporkan termasuk dalam daftar yang tak beroperasi sementara.

Sejumlah pengunjung yang hadir pada hari sebelumnya juga mengeluhkan banyaknya penutupan. Mereka disarankan untuk terus memantau aplikasi resmi Disneyland Paris guna mendapatkan pembaruan real-time mengenai operasional wahana.

Menurut laporan SortirAParis, sekitar 80 persen area atraksi di Disneyland Paris memang memiliki antrean tertutup atau berada di dalam ruangan. Wahana yang sepenuhnya berada di luar, seperti roller coaster dengan lintasan terbuka atau permainan komidi putar tanpa penutup, tetap akan ditutup saat suhu mencapai puncak pada siang hingga sore hari.

Tak hanya wahana, pemerintah setempat juga membatasi pertunjukan malam Cascade of Lights agar digelar tanpa kembang api untuk mengurangi risiko kebakaran di wilayah sekitar.

Bila dibandingkan, skala gelombang panas kali ini disebut mengingatkan pada peristiwa tragis Agustus 2003, saat Prancis menghadapi heat wave besar yang menewaskan sekitar 15.000 orang dan mendorong lahirnya sistem peringatan darurat modern di negara itu.

Paris dan kota-kota bersejarah di Eropa pada umumnya belum memiliki sistem pendingin rumah tangga skala besar.

Akibatnya, lebih dari 1.350 sekolah ditutup, transportasi publik terus mengeluarkan imbauan hidrasi, dan sejumlah ikon budaya seperti Louvre serta Menara Eiffel memangkas jam kunjungan untuk melindungi pengunjung dan staf.

Bagi wisatawan yang sudah berada di Disneyland, satu-satunya cara menikmati kunjungan, yakni dengan beralih ke atraksi indoor.

Untungnya, Disneyland Park dan Disney Adventure World masih menyediakan berbagai pertunjukan teater, area jelajah tertutup, serta wahana dark ride ber-AC yang tetap dibuka.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]