Inuvik, Kota di Kanada yang Tak Pernah Bertemu Malam

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 20:45 WIB
kota Inuvik, Kanada.
Kota Inuvik, Kanada kota yang memiliki hari tak bertemu malam. (iStockphoto)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Membayangkan matahari yang tak kunjung tenggelam mungkin terdengar seperti adegan dalam film fiksi ilmiah. Namun, fenomena itu benar-benar terjadi di Inuvik, sebuah kota kecil di wilayah Northwest Territories, Kanada.

Terletak sekitar 200 kilometer di utara Lingkar Arktik, Inuvik menjadi salah satu tempat di dunia yang mengalami midnight sun, yakni fenomena ketika matahari tetap bersinar selama 24 jam penuh. Pada puncak musim panas, kota ini bahkan menikmati sekitar 56 hari tanpa malam.

Bagi sebagian orang, pengalaman itu terdengar menyenangkan. Namun bagi warga Inuvik, matahari yang tak pernah benar-benar tenggelam hanyalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota di ujung utara Kanada

Melansir berbagai sumber, Inuvik bukanlah kota yang mudah dijangkau. Dari kota besar terdekat, perjalanan menuju kawasan ini membutuhkan waktu berjam-jam melewati Dempster Highway, jalan sepanjang sekitar 750 kilometer yang sebagian besar berupa kerikil.

Ketika musim panas tiba, akses menuju kota bergantung pada kombinasi jalan darat dan feri. Saat musim dingin, jalur tersebut berubah menjadi ice road, yakni jalan yang terbentuk di atas sungai dan danau yang membeku.

Ada pula masa transisi selama beberapa minggu pada musim semi dan gugur ketika es mulai mencair atau kembali membeku. Pada periode tersebut, Inuvik praktis hanya bisa diakses menggunakan pesawat.

Meski terpencil, sekitar 3.000 orang tinggal di kota ini. Penduduknya merupakan perpaduan masyarakat adat First Nations, Inuit, serta warga dari berbagai daerah di Kanada yang bekerja di sektor pemerintahan, pelayanan publik, hingga industri minyak dan gas.

Matahari tak pernah tenggelam

Keunikan terbesar Inuvik tentu terletak pada siklus siangnya.

Dari awal Juni hingga Agustus, matahari nyaris tidak pernah menghilang dari langit. Bahkan ketika jarum jam menunjukkan tengah malam, cahaya matahari masih menerangi jalanan, sungai, hingga rumah-rumah yang berdiri di atas tanah beku.

Fenomena ini terjadi karena kemiringan sumbu Bumi yang membuat kawasan dekat Kutub Utara terus menghadap matahari selama musim panas.

Sebaliknya, saat musim dingin tiba, keadaan berubah drastis. Inuvik mengalami sekitar 30 hari tanpa matahari sama sekali. Suhu rata-rata turun hingga sekitar minus 20 derajat Celsius, bahkan pernah tercatat mencapai minus 56,7 derajat Celsius.

Meski terdengar ekstrem, banyak warga setempat justru mengaku lebih menyukai musim dingin. Saat salju menutupi daratan, berbagai aktivitas seperti memancing di atas es, mengendarai mobil salju, hingga kereta anjing menjadi hiburan utama.

Kota yang dibangun di atas tanah beku

Keunikan Inuvik tidak berhenti pada fenomena matahari tengah malam.

Seluruh kota dibangun di atas lapisan permafrost, yaitu tanah yang membeku sepanjang tahun. Karena itu, hampir semua bangunan dibuat berdiri di atas tiang-tiang tinggi agar panas dari bangunan tidak mencairkan lapisan tanah di bawahnya.

Jika permafrost mencair, fondasi bangunan bisa bergeser bahkan amblas.

Sistem perpipaan pun tidak ditanam di bawah tanah seperti kota pada umumnya. Pipa air bersih dan saluran pembuangan justru terlihat di permukaan dan dibungkus pelindung khusus agar tidak membeku.

Menariknya lagi, meski berada di kawasan Arktik, Inuvik tergolong daerah yang cukup kering sehingga sering disebut sebagai "gurun dingin". Curah saljunya relatif sedikit dibandingkan daerah bersuhu dingin lainnya.

kota Inuvik, Kanada.kota Inuvik, Kanada. (Foto: iStockphoto)

Gereja berbentuk iglo yang ikonik

Salah satu ikon Inuvik adalah Our Lady of Victory Church, gereja Katolik yang lebih dikenal sebagai Igloo Church.

Bangunan yang berdiri sejak akhir 1950-an ini dirancang menyerupai rumah tradisional masyarakat Inuit. Bentuk kubahnya membuat gereja tersebut menjadi objek paling banyak difoto di kota.

Keunikan bangunan tidak hanya terlihat dari tampilannya. Gereja ini juga dibangun dengan teknik khusus agar mampu bertahan di atas lapisan permafrost tanpa merusak struktur tanah yang membeku.

Hingga kini, Igloo Church masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus menjadi destinasi wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan.

Rumah kaca di tengah wilayah Arktik

Di tengah suhu ekstrem, Inuvik juga memiliki fasilitas yang cukup mengejutkan, yakni Inuvik Community Greenhouse.

Rumah kaca komunitas ini berdiri di bekas arena hoki es dan menjadi tempat warga menanam berbagai sayuran, buah, serta bunga. Hasil panennya dijual kepada masyarakat maupun disumbangkan ke bank makanan setempat.

Keberadaan rumah kaca menjadi simbol bagaimana masyarakat beradaptasi dengan lingkungan yang keras sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di wilayah utara Kanada.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]