Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Solusi Modern Perawatan Luka Kronis
Mayapada Hospital Bandung (MHBD) yang berada di bawah naungan Mayapada Healthcare, resmi menghadirkan Wound Care Center sebagai layanan modern dan komprehensif untuk berbagai jenis luka pada Kamis (25/6). Seremoni peluncuran juga beragendakan edukasi penanganan luka komprehensif dalam sesi Health Talk bersama tim dokter.
Berfokus terhadap pencegahan komplikasi dan optimalisasi pemulihan secara fungsional maupun estetika, layanan Wound Care Center dapat menangani luka diabetes, luka pascaoperasi, luka akibat kanker, hingga penanganan bekas luka seperti jaringan parut (keloid), bekas luka menonjol (hipertrofik), dan perubahan warna kulit akibat luka (hiperpigmentasi), serta perawatan luka estetika.
Penanganannya dilakukan oleh tim dokter multidisiplin, yang terdiri dari spesialis bedah umum, bedah plastik dan rekonstruksi estetika, bedah toraks kardiak dan vaskular, bedah konsultan vaskular dan endovaskular, jantung dan pembuluh darah, gizi klinik, penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, hingga psikolog dan psikiater.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM, mengatakan bahwa keberhasilan penanganan luka kronis mencakup kesembuhan dan tertutupnya luka, hingga upaya mempertahankan fungsi organ dan mencegah komplikasi, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan optimal.
Di Wound Care Center Mayapada Hospital Bandung, luka akan dirawat dengan layanan komprehensif berstandar internasional yang mengedepankan konsep modern wound care melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin, alur klinis (clinical pathway) yang terstruktur, serta dukungan fasilitas dan teknologi modern.
Wound Care Center juga memiliki Wound Care Educator, terdiri dari tim perawat yang mendampingi pasien secara berkelanjutan guna memastikan perawatan berjalan lebih terarah dan terkoordinasi, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga untuk perawatan luka di rumah agar hasil klinis dapat dioptimalkan.
"Dengan pendekatan patient-centered care, setiap tahap perawatan dirancang sesuai kondisi klinis, kebutuhan, dan kenyamanan pasien, mulai dari diagnosis, pengendalian faktor penyebab, penanganan luka, rehabilitasi, regenerasi jaringan, hingga pemulihan fungsi dan estetika. Melalui layanan ini, kami membantu mengurangi risiko komplikasi, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pasien kembali percaya diri dan beraktivitas dengan nyaman," kata dr. Irwan.
Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap luka dapat sembuh dengan sendirinya. Sehingga, tak sedikit pasien yang akan datang ke rumah sakit dengan kondisi kompleks, menggambarkan kebutuhan penanganan luka yang komprehensif.
Dokter Spesialis Bedah Umum Mayapada Hospital Bandung, dr. Desi Novianti, Sp.B menyebut bahwa tidak semua luka bisa sembuh sendiri. Pada pasien diabetes dan komorbid lainnya, misalnya, luka biasa dapat berkembang menjadi luka kronis yang berisiko memicu infeksi berat, kerusakan jaringan, hingga amputasi.
"Karena itu, masyarakat harus segera berkonsultasi jika luka tidak kunjung membaik, bertambah luas, atau menunjukkan tanda infeksi. Penanganan luka perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan dan perawatan luka, pengendalian faktor penyebab, edukasi perawatan mandiri, hingga pemantauan proses pemulihan. Hal ini penting untuk membantu mencegah komplikasi yang lebih berat, risiko luka berulang, termasuk risiko amputasi," tutur dr. Desi.
Pentingnya penanganan luka secara komprehensif diakui oleh seorang pasien Mayapada Hospital Bandung dengan luka kaki akibat komplikasi diabetes, yang berisiko mengalami amputasi. Melalui pendekatan multidisiplin dan perawatan luka modern di Wound Care Center, tim dokter berhasil mengendalikan kondisi luka, serta mempertahankan fungsi anggota gerak dengan meminimalkan risiko amputasi yang lebih luas.
Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetika Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Hardi Siswo Soedjana, Sp.B.P.R.E., Subsp. EL(K) menyatakan bahwa pada kasus luka kompleks, tujuan penanganan mencakup upaya mempertahankan fungsi serta kualitas jaringan yang terdampak.
"Melalui pendekatan rekonstruktif yang tepat, termasuk pemanfaatan teknik bedah plastik dan egenerasi jaringan sesuai indikasi, kami berupaya mengoptimalkan proses penyembuhan, sekaligus membantu pasien memperoleh hasil fungsional dan estetika yang lebih baik," katanya.
Kehadiran Wound Care Center Mayapada Hospital Bandung turut didukung oleh kemitraan strategis dengan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) dalam menghadirkan manajemen perawatan luka yang modern, termasuk penyediaan Negative Pressure Wound Therapy (NPWT) sebagai terapi non-invasif modern. Terapi ini menggunakan alat pompa vakum untuk menyedot cairan berlebih guna mempercepat penyembuhan luka, serta perangkat penunjang lainnya (modern dressing).
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Martin Wibawa Kloer menyatakan bahwa Mayapada Hospital Bandung selama ini merupakan mitra strategis Darya-Varia dalam mendukung peningkatan akses, kualitas, dan keberlanjutan layanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia.
"Melalui kolaborasi bersama Mayapada Hospital Bandung, kami mendukung tersedianya alat kesehatan terkini sebagai solusi terhadap kebutuhan perawatan luka modern, komprehensif dan berpusat pada pasien, sehingga dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, dan membantu tenaga kesehatan memberikan penanganan yang lebih optimalm sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan standar wound care di Indonesia," ujar dr. Ian.
Saat ini, Wound Care Center di Mayapada Hospital Bandung sudah siap melayani konsultasi, serta penanganan oleh tim dokter multidisiplin. Informasi lebih lanjut bisa diperoleh lewat Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan aplikasi MyCare.
(rea/rir) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]