Bayi Bisa Patah Tulang dalam Kandungan, Ini Penyebabnya
Osteogenesis imperfecta bukan sekadar penyakit yang membuat anak lebih mudah mengalami patah tulang. Pada kondisi yang berat, kelainan bawaan ini bahkan dapat menyebabkan tulang bayi patah sejak masih berada di dalam kandungan.
Karena tergolong langka, osteogenesis imperfecta (OI) kerap tidak disadari. Tak sedikit orang tua mengira anak hanya terlalu aktif atau sering terjatuh, padahal tulangnya memang rapuh akibat kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan kolagen, komponen penting penyusun tulang.
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Eka Hospital Cibubur, Gabriel Klemens Wienanda mengatakan osteogenesis imperfecta merupakan kelainan bawaan yang membuat struktur tulang tidak terbentuk secara sempurna sehingga kekuatannya jauh di bawah tulang normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Osteogenesis Imperfecta itu nama penyakit, dimana dia punya beberapa grade. Ada grade yang terberat, sampai grade yang paling ringan. Sampai grade yang terberat itu adalah dimana mereka patah dalam kandungan, bahkan bisa meninggal dalam kandungan," kata dia dalam keterangannya.
Pada kondisi yang sangat berat, tulang janin dapat mengalami patah sebelum dilahirkan. Bahkan, sebagian kasus berisiko menyebabkan kematian di dalam kandungan.
Ada pula bayi yang baru diketahui mengalami osteogenesis imperfecta saat proses persalinan. Karena tulangnya sangat rapuh, patah tulang dapat terjadi ketika bayi dilahirkan.
"Oleh sebab itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi penting untuk membantu mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada janin sedini mungkin," kata dia.
Jangan anggap semua patah tulang karena anak aktif
Pada kasus yang lebih ringan, osteogenesis imperfecta biasanya baru terdeteksi ketika anak mulai tumbuh. Orang tua sering kali menganggap anak mengalami patah tulang karena terlalu aktif bermain atau sering terjatuh. Padahal, pada osteogenesis imperfecta, patah tulang bisa terjadi tanpa benturan berarti.
"Tidak jatuh, tidak sedang bermain, hanya berdiri, tetapi tulangnya patah karena memang kualitas tulangnya sangat lemah," jelasnya.
Selain mudah mengalami patah tulang, sebagian anak dengan osteogenesis imperfecta juga memiliki tungkai yang membengkok. Hal ini terjadi karena tulang tidak cukup kuat menopang pertumbuhan tubuh sehingga bentuknya berubah seiring waktu.
Penanganan osteogenesis imperfecta juga tidak cukup dilakukan oleh dokter ortopedi saja. Penyakit ini membutuhkan pendekatan multidisiplin agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Menurut Gabriel, pasien juga memerlukan penanganan dari dokter endokrin anak, dokter tumbuh kembang, dokter gizi, dokter rehabilitasi medik, hingga terapi obat untuk meningkatkan kekuatan tulang.
Selain itu, anak dapat memperoleh vitamin D dosis tinggi, kalsium, maupun obat-obatan tertentu yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Tujuan pengobatan bukan hanya memperbaiki patah tulang yang sudah terjadi, tetapi juga meningkatkan kualitas tulang agar risiko patah berulang dapat ditekan.
Gabriel juga mengingatkan orang tua agar tidak menganggap remeh anak yang berulang kali mengalami patah tulang tanpa penyebab yang jelas. Semakin cepat osteogenesis imperfecta dikenali, semakin besar peluang anak mendapatkan penanganan yang tepat sehingga kualitas hidupnya tetap terjaga.
"Yang perlu dikasih tahu adalah ternyata masih ada cara-cara supaya anak itu bisa tumbuh dengan baik. Minimal kan anak itu punya quality of life. Dan dia punya kemandirian. Dia nggak bergantung sama orang tuanya," katanya.
(tis/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

