Ada 3 Jenis Tipe Telapak Kaki, Kenapa Bentuknya Tidak Rata?
Telapak kaki manusia memang tidak benar-benar rata. Jika diperhatikan, ada bagian yang melengkung, terutama di sisi dalam kaki. Lengkung inilah yang membuat bentuk telapak kaki setiap orang bisa berbeda.
Umumnya, tipe telapak kaki sering dibedakan berdasarkan tinggi lengkung kaki. Ada telapak kaki datar, normal, dan tinggi. Perbedaan ini bisa memengaruhi cara seseorang berdiri, berjalan, berlari, hingga memilih alas kaki yang nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu metode klasik untuk mengelompokkan bentuk telapak kaki adalah arch index dari jejak kaki.
Studi Cavanagh dan Rodgers menyebut, metode ini dapat digunakan untuk membedakan telapak kaki dengan lengkung tinggi, normal, dan datar.Lalu, apa saja tipe telapak kaki manusia?
1. Telapak kaki datar
Telapak kaki datar atau flat foot dikenal juga sebagai pes planus. Pada tipe ini, lengkung kaki rendah atau hampir menyentuh lantai.
Orang dengan kaki datar biasanya memiliki jejak telapak kaki yang terlihat lebih penuh. Pada sebagian orang, kondisi ini tidak menimbulkan keluhan.
Namun, pada sebagian lainnya, kaki datar bisa membuat kaki lebih cepat lelah atau terasa tidak nyaman saat banyak berjalan.
2. Telapak kaki normal
Telapak kaki normal atau neutral arch memiliki lengkung sedang. Beban tubuh umumnya tersebar lebih seimbang antara tumit, bagian tengah, dan bagian depan kaki.
Tipe tersebut sering dianggap sebagai bentuk yang paling netral karena kaki dapat menopang tubuh dengan cukup stabil saat berdiri, berjalan, maupun berlari.
3. Telapak kaki tinggi
Telapak kaki tinggi disebut juga high arch atau pes cavus. Tipe ini memiliki lengkung kaki terlalu tinggi sehingga bagian tengah telapak kaki lebih sedikit menyentuh lantai. Beban juga biasanya lebih banyak bertumpu pada tumit dan bagian depan kaki, terutama sisi luar.
Karena itu, sebagian orang dengan lengkung kaki tinggi bisa lebih mudah merasa tekanan di area tertentu saat berjalan atau memakai sepatu yang kurang sesuai.
Mengapa telapak kaki manusia tidak rata?
[embed infog]
Telapak kaki manusia tidak rata karena memiliki beberapa lengkung. Lengkung utama yang paling dikenal adalah medial longitudinal arch, yaitu lengkung memanjang di sisi dalam kaki. Selain itu, ada juga lateral longitudinal arch dan transverse arch.
Lengkung ini bukan sekadar bentuk anatomi. Fungsinya membantu kaki menopang tubuh, meredam beban, hingga menjadi tuas saat berjalan atau berlari.
Mengutip dari studi Communications Biology, lengkung kaki, terutama lengkung memanjang di sisi dalam, merupakan salah satu adaptasi penting dalam evolusi kaki manusia. Struktur ini berkaitan dengan kemampuan manusia berjalan dengan dua kaki.
Secara biomekanik, lengkung kaki juga membuat gerak menjadi lebih efisien. Penelitian dari Scientific Reports menemukan, kompresi dan pantulan kembali lengkung kaki saat berlari dapat membantu menurunkan biaya energi.
Ketika gerak kompresi lengkung kaki dibatasi, biaya metabolik atau jumlah energi yang dikeluarkan saat berlari meningkat sekitar 6 persen.
Lengkung kaki juga tidak hanya dibentuk oleh tulang. Ada plantar fascia atau jaringan ikat tebal di telapak kaki, ligamen, tendon, dan otot-otot kecil di telapak kaki yang ikut menopang struktur tersebut.
Plantar fascia dan otot intrinsik kaki inilah yang berperan dalam menopang lengkung memanjang sisi dalam kaki serta mekanisme windlass. Mekanisme yang terjadi saat jari kaki menekuk ke atas dan lengkung kaki ikut terangkat serta menjadi lebih kaku untuk membantu dorongan saat berjalan.
Menariknya, manusia tidak langsung lahir dengan lengkung kaki yang jelas. Anak-anak umumnya memiliki kaki datar fleksibel, lalu lengkung kaki berkembang bertahap pada dekade pertama kehidupan.
Dengan demikian, telapak kaki datar pada anak kecil tidak selalu berarti kelainan. Namun, jika bentuk kaki disertai nyeri, mudah lelah, atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke tenaga kesehatan dapat membantu memastikan kondisi kaki dan kebutuhan alas kaki yang tepat.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google

