Benarkah Cokelat Baik untuk Kesehatan Jantung?
Cokelat disebut-sebut baik untuk kesehatan jantung. Namun, benarkah cokelat memang memiliki manfaat tersebut?
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi cokelat, terutama cokelat hitam (dark chocolate), dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, temuan ini bukan lantas membuat kamu bebas makan cokelat sebanyak mungkin supaya jantung jadi sehat. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat cokelat untuk kesehatan jantung.
Manfaat cokelat untuk kesehatan jantung
Cokelat berasal dari kakao yang mengandung senyawa alami bernama flavanol. Menurut American Heart Association, flavanol merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Beberapa penelitian juga menunjukkan flavanol dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak nitric oxide, yaitu zat yang membuat pembuluh darah lebih rileks sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Efek ini dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, berkurangnya kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, serta menurunnya risiko pembentukan bekuan darah, dilansir dari Mayo Clinic Health System.
Sejumlah studi bahkan menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kakao atau cokelat cenderung memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih rendah.
Tinjauan ilmiah yang dibahas di NCBI menyebutkan, hasil penelitian pada lansia di Belanda yang menemukan konsumsi kakao berhubungan dengan tekanan darah yang lebih rendah dan angka kematian akibat penyakit jantung yang lebih kecil.
Studi lain di Italia juga menemukan konsumsi cokelat berkaitan dengan penurunan risiko serangan jantung. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut masih berupa hubungan, bukan bukti sebab-akibat langsung.
Yang perlu digarisbawahi, pakar dari American Heart Association menyebut bukti manfaat dark chocolate untuk kesehatan jantung saat ini masih terbatas.
Salah satu alasannya, jumlah flavanol yang digunakan dalam penelitian sering kali jauh lebih tinggi dibandingkan kandungan flavanol pada cokelat yang dijual di pasaran. Artinya, manfaat yang terlihat di penelitian belum tentu bisa diperoleh hanya dengan makan cokelat sehari-hari.
Meski begitu, bukan berarti dark chocolate sama sekali tidak bermanfaat. Sejumlah penelitian tetap menunjukkan potensi efek positif flavanol terhadap kesehatan pembuluh darah, tekanan darah, dan risiko penyakit kardiovaskular.
Cara memilih cokelat yang lebih sehat
Tak semua cokelat yang dijual di pasaran memiliki kandungan kakao dan nutrisi yang sama. Jika ingin memperoleh potensi manfaat flavanol bagi kesehatan jantung, perhatikan cara tepat memilihnya.
1. Pilih kandungan kakao minimal 70 persen
Dikutip dari laman heart.org, semakin tinggi persentase kakao, umumnya semakin banyak flavanol yang terkandung di dalamnya. Karena itu, dark chocolate dengan kandungan kakao 70 hingga 85 persen lebih disarankan dibandingkan cokelat dengan kandungan kakao yang lebih rendah.
2. Perhatikan kadar gula
Cokelat susu biasanya mengandung kakao lebih sedikit dan tambahan gula lebih tinggi. Jika ingin menikmati cokelat dengan pilihan yang lebih baik, cek label gizi dan pilih produk dengan gula yang lebih rendah.
3. Jangan pilih white chocolate atau milk chocolate
White chocolate tidak mengandung padatan kakao sehingga hampir tidak memiliki flavanol yang menjadi sumber manfaat kesehatan pada dark chocolate.
Selain itu, white chocolate ataupun milk chocolate mengandung tinggi gula, yang tentu bukan pilihan terbaik jika tujuanmu mendapatkan manfaat flavanol dari kakao.
4. Perhatikan porsinya
Dark chocolate tetap tergolong makanan tinggi kalori dan mengandung lemak. Dalam satu batang ukuran standar dengan kandungan kakao 70 hingga 85 persen bisa terdapat sekitar 600 kalori.
Karena itu, kamu perlu konsumsi secukupnya saja supaya tidak memicu kenaikan berat badan, yang justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Demikian penjelasan mengenai manfaat cokelat hitam untuk kesehatan jantung.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
