Kebiasaan Malam Hari Ini Sering Dilakukan, Tapi Bisa Rusak Jantung
Kebiasaan sehari-hari bisa berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung, termasuk yang dilakukan di malam hari. Lantas, apa saja kebiasaan malam yang meningkatkan risiko penyakit jantung?
Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh. Jantung memastikan seluruh organ tubuh lainnya tetap bekerja maksimal.
Lihat Juga :![]() Hari Cokelat Sedunia Dirayakan Dunia Hari Ini, Benarkah Cokelat Bermanfaat buat Jantung? |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola hidup sehari-hari jadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Pola hidup yang buruk dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Contoh yang sering tak disadari ialah kebiasaan pada malam hari. Ternyata, ada beberapa aktivitas yang dilakukan pada waktu tersebut yang dapat memengaruhi kesehatan jantung.
Misalnya, kebiasaan tidur terlalu larut, paparan cahaya lampu pada malam hari, hingga pola tidur yang tidak teratur.
Kebiasaan malam yang meningkatkan risiko penyakit jantung
Berikut beberapa kebiasaan malam yang meningkatkan risiko penyakit jantung, merangkum laman Harvard Health Publishing dan CNN.
1. Sering terpapar cahaya pada malam hari
Paparan cahaya pada malam hari ternyata tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam JAMA Network Open menemukan bahwa orang yang lebih sering terpapar cahaya pada rentang waktu pukul 00.30 hingga 06.00 memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit arteri koroner, stroke, fibrilasi atrium, serangan jantung, hingga gagal jantung.
Para peneliti menduga bahwa cahaya pada malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh menjadi lebih rentan mengalami gangguan pada sistem kardiovaskular.
Karena itu, sebaiknya kurangi paparan cahaya dari lampu yang terlalu terang, termasuk penggunaan gawai menjelang waktu tidur agar tubuh dapat beristirahat dengan lebih optimal.
2. Tidur terlalu larut atau sering begadang
Tidur larut atau begadang juga termasuk kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Orang dengan kebiasaan tidur larut atau dikenal sebagai night owl cenderung memiliki kesehatan jantung yang lebih buruk ketimbang mereka yang tak memiliki kecenderungan tidur terlalu malam.
Salah satu penyebabnya karena jam biologis tubuh yang tidak selaras dengan jadwal aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai proses metabolisme yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
Tapi, para peneliti menegaskan bahwa tidur larut bukan satu-satunya penyebab penyakit jantung. Risiko tersebut umumnya meningkat karena disertai kebiasaan hidup yang kurang sehat.
3. Jadwal tidur yang tidak teratur
Selain waktu tidur yang terlalu malam, jadwal tidur yang berubah-ubah setiap hari pun kurang baik bagi kesehatan jantung.
Orang yang tidur dan bangun pada jam yang tidak menentu lebih berisiko mengalami gangguan ritme sirkadian. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi tekanan darah, metabolisme tubuh, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
4. Kebiasaan makan larut malam
Kebiasaan makan larut malam atau mengonsumsi makanan yang kurang sehat juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Selain memengaruhi berat badan, pola makan seperti ini juga dapat meningkatkan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
Itulah beberapa kebiasaan malam yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Bila kebiasaan-kebiasaan di atas bisa diminimalisir, Anda tentu dapat terhindar dari risiko penyakit jantung. Semoga bermanfaat!
(san/asr) Add
as a preferred source on Google

