7 Tanda Seseorang Mulai Tak Peduli dengan Masa Depannya

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 21:00 WIB
Ilustrasi. Ketika seseorang mulai tidak peduli dengan masa depannya, ada beberapa tanda yang akan mereka tunjukan. (iStockphoto/m-imagephotography)
Jakarta, CNN Indonesia --

Membicarakan masa depan tidak selalu semudah kedengarannya. Bagi sebagian orang, menjalani hari ini saja sudah terasa melelahkan, apalagi harus memikirkan apa yang akan terjadi beberapa tahun mendatang.

Sikap 'jalani saja dulu' memang tidak selalu keliru. Namun, jika berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi perencanaan, seseorang bisa kehilangan arah dan semakin sulit mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Lantas, apa saja tanda seseorang mulai tidak peduli dengan masa depannya?

1. Tidak memiliki rencana jangka panjang

Orang yang mulai abai terhadap masa depan umumnya tidak memiliki gambaran yang jelas tentang kehidupan beberapa tahun ke depan. Bukan berarti setiap orang harus memiliki target besar, tetapi setidaknya ada arah yang ingin dituju.

Sebuah studi yang dipublikasikan di PubMed menjelaskan bahwa orientasi masa depan adalah kemampuan seseorang untuk membayangkan, merencanakan, dan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan saat ini.

Ketika orientasi masa depan rendah, seseorang mungkin tahu apa yang ingin dilakukan hari ini, tetapi kesulitan menjawab pertanyaan mengenai rencana karier, keuangan, kesehatan, atau hubungan dalam jangka panjang.

2. Lebih sering mengejar kepuasan sesaat

Tanda lain yang cukup mudah dikenali adalah kecenderungan memilih hal yang menyenangkan saat ini meski mengetahui ada konsekuensi di kemudian hari.

Misalnya, belanja impulsif saat sedang berusaha menabung, begadang demi hiburan, atau menunda olahraga karena lebih nyaman beristirahat. Menikmati hidup bukanlah masalah, tetapi ketika kepuasan jangka pendek terus mengalahkan kebutuhan jangka panjang, dampaknya bisa terasa di kemudian hari.

3. Gemar menunda hal penting

Orang yang kurang peduli terhadap masa depan sering kali mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi terus menundanya. Alasannya beragam, mulai dari rasa malas, cemas, takut gagal, hingga merasa tugas tersebut terlalu berat untuk dimulai.

Akibatnya, mereka lebih memilih aktivitas yang memberikan kesenangan instan meski keputusan tersebut justru membuat hidup menjadi lebih sulit di masa mendatang.

4. Sulit membayangkan diri sendiri di masa depan

Sebagian orang memandang masa depan sebagai sesuatu yang jauh dan terasa asing. Mereka kesulitan membayangkan seperti apa diri mereka lima atau sepuluh tahun lagi.

Studi dalam Frontiers in Psychology membahas konsep future self-continuity, yaitu sejauh mana seseorang merasa terhubung dengan dirinya di masa depan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang memiliki keterhubungan lebih kuat dengan diri di masa depan cenderung lebih mampu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap keputusan. Sebaliknya, ketika sosok "diri di masa depan" terasa seperti orang lain, seseorang lebih mudah berpikir, 'nanti saja dipikirkan.'

5. Jarang memikirkan dampak keputusan hari ini

Keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari dapat memengaruhi kehidupan di masa depan. Pola tidur, cara mengelola uang, pilihan makanan, kebiasaan bekerja, hingga cara menjaga hubungan akan membentuk kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.

Orang yang kurang peduli terhadap masa depan biasanya tidak terlalu mempertimbangkan hubungan sebab-akibat tersebut. Fokus mereka lebih tertuju pada kenyamanan saat ini. Dampaknya sering kali baru disadari ketika konsekuensinya mulai menumpuk.

6. Merasa masa depan terlalu tidak pasti

Tidak semua orang yang tampak tidak peduli terhadap masa depan sebenarnya malas atau ceroboh. Ada pula yang sedang merasa kewalahan menghadapi ketidakpastian.

Mengutip The Guardian, ketika seseorang diingatkan akan ketidakpastian masa depan, mereka mampu menghasilkan sekitar 25 persen lebih sedikit kemungkinan skenario masa depan dibandingkan kelompok kontrol.

Temuan ini menunjukkan bahwa kebuntuan dalam memikirkan masa depan tidak selalu muncul karena sikap acuh tak acuh. Terkadang, masa depan memang terasa terlalu kabur untuk dibayangkan.

7. Kehilangan motivasi membangun kebiasaan baik

Tanda lainnya adalah kesulitan mempertahankan kebiasaan yang bermanfaat bagi diri sendiri, seperti menabung, rutin berolahraga, tidur cukup, mempelajari keterampilan baru, atau menjaga kesehatan mental.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut membutuhkan keyakinan bahwa usaha yang dilakukan hari ini akan memberikan manfaat di masa depan. Ketika seseorang tidak lagi merasa terhubung dengan masa depannya, motivasi untuk merawat diri pun dapat ikut menurun.

(anm/tis)


Saksikan Video di Bawah Ini:

14 Hari Mencoba Minuman C+Collagen

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK