Ini 5 Tanda Anak Cemburu pada Adik Baru dan Cara Menanganinya
Ada yang harus diperhatikan oleh orang tua ketika baru saja memiliki anak kedua dan seterusnya. Ada sosok kakak yang bisa saja mengalami kecemburuan, apalagi jika jarak usianya tak terlalu jauh dari adik bayi yang baru lahir.
Namun sering kali kecemburuan anak tak terlihat secara langsung, seperti bersikap lebih agresif atau memusuhi adik. Ada pula anak yang cenderung lebih menarik diri dan murung.
Lihat Juga : |
Tanda anak cemburu pada adik baru
Orang tua perlu tahu apa saja tanda anak cemburu pada adik baru agar bisa meresponsnya dengan tepat. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua:
1. Perilaku regresif
Kecemburuan kakak terhadap adik baru tidak selalu berupa sikap agresif, melainkan perilaku regresif. Mengutip Living Textiles, hal ini sering terjadi pada anak yang masih berusia balita dan umurnya tak terpaut jauh dari adik bayi.
Karena merasa terancam oleh "persaingan" untuk mendapatkan perhatian orang tua, anak bisa kembali berperilaku seperti bayi, seperti bicara layaknya bayi hingga tantrum.
2. Menunjukkan ketidakpedulian pada adik
Kecemburuan juga bisa terlihat dari sikap tidak peduli yang diperlihatkan sang kakak. Ketimbang turut menyambut adik bayi yang baru lahir, ia lebih merasa tersisih.
Anak pun lebih sering menyalahkan adik bayi karena mencuri perhatian orang tua atau menganggapnya bukan bagian dari keluarga.
3. Menuntut perhatian Anda
Sumber kecemburuan anak terhadap adik baru sebenarnya satu, yakni perhatian Anda yang berkurang terhadapnya karena sibuk mengurus bayi.
Inilah mengapa anak cenderung mencari cara agar perhatian itu kembali kepadanya. Mulai dari mengganggu, membuat suara keras, hingga merusak barang.
4. Merebut mainan dari bayi
Tak hanya mengganggu orang tua, anak yang cemburu juga bisa mengganggu adik barunya. Salah satu caranya, dengan merebut mainan dari bayi.
"Bayi yang baru lahir mendapat mainan baru, pakaian, dan perhatian ekstra, sedangkan anak yang lebih besar diberikan tugas dan aturan. Mereka tidak mengerti mengapa hal-hal terasa tidak adil, yang dapat menyebabkan rasa kesal," kata Analis Perilaku Emily Groben, seperti dilansir laman Cradle Wise.
Baca halaman selanjutnya...