icon-close
Dad's do hair, kelas mengajarkan ayah menata rambut anak. Anita Erdmann, penata rambut profesional di Munchen, menyiapkan seluruh peralatan sebelum memulai kelas Dads Do Hair pada Selasa (7/7). Kelas ini mengajarkan para ayah menata rambut putri mereka mulai dari kuncir kuda hingga kepang sederhana. (REUTERS/Fariha Farooqui)
Dad's do hair, kelas mengajarkan ayah menata rambut anak. Workshop yang digelar di Fux Gasthaus, Munchen ini mematok biaya 35 euro atau sekitar Rp723 ribu per orang. Nominal ini sudah termasuk seluruh bahan serta satu minuman gratis agar suasana kelas terasa lebih santai dan akrab. (REUTERS/Fariha Farooqui)
Dad's do hair, kelas mengajarkan ayah menata rambut anak. Alih alih langsung berlatih di kepala anak sendiri, peserta lebih dulu berlatih pada kepala boneka berambut panjang. Konsep ini mengikuti format Pints and Ponytails asal London yang sebelumnya viral di berbagai platform media sosial. (REUTERS/Fariha Farooqui)
Dad's do hair, kelas mengajarkan ayah menata rambut anak. Tren ayah yang bangga menata rambut putrinya mencerminkan perubahan cara pandang para pria terhadap peran mereka dalam keluarga modern. Sejumlah ayah bahkan membangun ratusan ribu pengikut di media sosial lewat konten serupa. (REUTERS/Fariha Farooqui)
Dad's do hair, kelas mengajarkan ayah menata rambut anak. Salah satu ayah mengaku tidak mengejar kesempurnaan saat mengepang rambut, melainkan kehadiran dan kedekatan setiap pagi bersama putrinya. Rutinitas kecil ini menjadi waktu berharga untuk mengobrol dan saling terbuka. (REUTERS/Fariha Farooqui)
Dad's do hair, kelas mengajarkan ayah menata rambut anak. Sebuah studi tahun 2026 di jurnal Early Childhood Research Quarterly menemukan, keterlibatan ayah berkaitan erat dan positif dengan perkembangan sosial emosional anak sejak usia dini. Keterlibatan ini memperkuat regulasi emosi dan kompetensi sosial anak. (REUTERS/Fariha Farooqui)
Dad's do hair, kelas mengajarkan ayah menata rambut anak. Kelas semacam ini mulai populer di Amerika Serikat sekitar satu dekade lalu, ketika para ayah modern mulai ambil bagian lebih besar dalam pengasuhan anak. Kini, tren tersebut merambah berbagai kota di Jerman dan menandai pergeseran peran domestik ayah masa kini. (REUTERS/Fariha Farooqui)
icon-chevron-left
icon-chevron-right