Dokter Ingatkan Efek Kebakaran TPA Jatiwaringin Bisa Sefatal Ini

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 10:00 WIB
Tingginya paparan polutan akibat kebakaran TPA Jatiwaringin bisa membahayakan kesehatan masyarakat di sekitarnya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tingginya paparan polutan akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwarngin, Kabupaten Tangerang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, utamanya kelompok anak.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cynthia Centauri.

Menurut dia, kebakaran di tempat pembuangan sampah memiliki risiko tinggi karena berbagai jenis material ikut terbakar, termasuk plastik. Pembakaran plastik sendiri dapat menghasilkan zat berbahaya yang bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

"Kalau yang terbakar itu sampahnya bermacam-macam, apalagi ada sampah plastik, memang sangat berbahaya. Salah satunya menghasilkan dioksin atau furan yang risikonya sangat tinggi," ujar Cynthia dalam konferensi pers, Selasa (7/7), melansir detikhealth.

Tak cuma mengganggu pernapasan, paparan dioksin dan furan juga berisiko memicu gangguan saraf hingga meningkatkan risiko kanker.

Dampak polusi udara sendiri, lanjut Cynthia, dapat dirasakan segera setelah terhirup, utamanya pada anak yang memiliki riwayat masalah pernapasan.

"Begitu polusi udara terhirup, efeknya bisa langsung dirasakan. Terutama pada pasien yang punya asma, bisa langsung memicu serangan," ujar dia.

Evakuasi dan gunakan APD

Cynthia mengimbau, warga yang tinggal di sekitar lokasi agar segera dievakuasi jika kualitas udara telah membahayakan. Evakuasi ini, lanjutnya, perlu menjadi prioritas.

"Kalau memang kadar polutannya sedemikian tinggi dan padat, tidak memungkinkan untuk bernapas dan mengancam nyawa, harus dievakuasi tentunya orang-orang atau warga di sekitar tempat tersebut," ujar Cynthia.

Jika evakuasi tidak memungkinkan, Cynthia menyarankan warga untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup ventilasi agar polusi tidak masuk ke dalam. Atau, gunakan air purifier jika tersedia.

"Kalau memang harus keluar rumah, mungkin kita gunakan alat pelindung diri (APD). Kita cek terus bagaimana kadar polusi di luar rumah," tambahnya.

Masker perlu digunakan, utamanya untuk anak berusia 3 tahun yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK