Gak Cuma Kenyang, Ini 4 Manfaat Makan Bareng Buat Kesehatan Mental
Makan bukan hanya soal mengisi perut. Aktivitas sederhana ini juga menjadi salah satu cara manusia membangun hubungan sosial. Tak heran jika momen makan bersama keluarga, teman, atau pasangan kerap menjadi pilihan untuk merayakan sesuatu, berbincang, hingga mempererat kedekatan.
Dalam dunia kesehatan, kebiasaan makan bersama dikenal sebagai commensality, yakni praktik makan dan minum di meja yang sama dengan orang lain. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini membawa manfaat bagi kesehatan mental dan emosional.
Bukan berarti makan sendirian adalah hal yang buruk. Sesekali menikmati makanan seorang diri juga dapat melatih kemandirian dan rasa percaya diri. Namun, meluangkan waktu untuk rutin makan bersama orang lain, meski hanya seminggu sekali atau saat minum kopi bersama, ternyata memberikan dampak positif yang tidak kalah besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sejumlah manfaat makan bersama bagi kesehatan menurut para ahli, melansir Real Simple:
1. Mengurangi rasa kesepian
Salah satu manfaat terbesar dari makan bersama adalah membantu mengurangi rasa kesepian. Terapis trauma somatik sekaligus licensed marriage and family therapist Chloe Bean menjelaskan bahwa makan bersama membuat interaksi sosial terasa lebih alami dibanding sekadar mengobrol.
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa orang yang rutin makan bersama cenderung memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi dan tingkat stres lebih rendah. Pada kelompok lansia, kebiasaan ini bahkan dinilai mampu mengurangi isolasi sosial serta meningkatkan kualitas hidup.
2. Mempererat hubungan dengan orang lain
Makan bersama juga menjadi sarana sederhana untuk memperkuat hubungan sosial. Terapis sekaligus pendiri EveryBody Psychotherapy NYC, Pam Skop, mengatakan bahwa momen makan menciptakan ruang percakapan yang terjadi secara alami.
Obrolan ringan seperti membahas aktivitas hari itu, rasa makanan, atau menu favorit dapat membuat seseorang merasa diperhatikan dan dihargai. Hal-hal kecil semacam ini berkontribusi besar dalam membangun kedekatan.
3. Melatih kemampuan berkomunikasi
Tanpa disadari, meja makan juga menjadi tempat berlatih komunikasi yang efektif. Saat makan bersama, seseorang terbiasa bergantian berbicara, mendengarkan, bertanya, dan berbagi cerita. Pola komunikasi dua arah ini merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat.
Selain itu, makan bersama menjadi kesempatan untuk melatih batasan diri (boundaries) dalam situasi yang santai. Misalnya menolak tambahan makanan dengan sopan atau meminta semua orang menyimpan ponsel selama makan berlangsung.
Kebiasaan kecil ini membantu seseorang lebih percaya diri dalam menyampaikan kebutuhan dan batasannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Meningkatkan suasana hati
Makan bersama juga terbukti mampu memperbaiki suasana hati. Menurut Bean, manfaatnya bukan hanya berasal dari makanan, tetapi juga dari rasa terhubung dengan orang lain.
Ketika seseorang merasa aman dan nyaman saat makan bersama, sistem saraf menjadi lebih rileks sehingga tubuh beralih dari kondisi penuh tekanan menuju fase 'rest and digest', yaitu kondisi tubuh yang lebih tenang dan optimal untuk mencerna makanan.
Di sisi lain, otak juga melepaskan berbagai hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia. Makanan merangsang pelepasan dopamin yang berperan dalam rasa senang dan motivasi, sementara interaksi sosial meningkatkan produksi oksitosin dan endorfin yang mendukung rasa percaya, kedekatan, serta ikatan emosional.
(tis/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
