Bandara Terbesar di ASEAN Ini Ramai Penipuan, Otoritas Tindak Tegas

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Road Transport Department (JPJ) Malaysia melaporkan banyak korban yang tertipu oleh para calo di Bandara Internasional Kuala Lumpur. (istockphoto/stockinasia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Road Transport Department (JPJ) Malaysia melaporkan banyak korban yang tertipu oleh para calo di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Melansir VN Express, modus para calo biasanya dilakukan dengan menetapkan biaya tinggi untuk transportasi ke Kuala Lumpur.

Direktur Jenderal JPJ Datuk Aedy Fadly Ramli mengatakan, biaya yang biasanya ditetapkan sebesar 80 ringgit (sekitar Rp355 ribu) dinaikkan menjadi sekitar 300 ringgit (Rp1,3 juta) hingga 500 ringgit (Rp2,2 juta).

Otoritas setempat pun terus mengarahkan personel tambahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk mencegah praktik penipuan tarif. Praktik itu biasanya menargetkan wisatawan asing yang bepergian dari bandara ke pusat kota Kuala Lumpur.

Operasi khusus itu sebelumnya telah berlangsung selama 12-26 Juni 2026. Kini, pihaknya terus melangsungkan operasi tersebut.

Operasi yang berfokus pada dua terminal ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan MAHB (Malaysia Airports Holdings Berhad). Petugas JPJ melakukan operasi penyamaran dan menerima bantuan dari warga asing untuk membantu mengidentifikasi para calo tersebut.

Bandara Internasional Kuala Lumpur sendiri memiliki luas sekitar 100 kilometer persegi. Bandara ini menjadi pusat penting untuk perjalanan udara domestik dan internasional.

Hingga Mei 2026, Malaysia telah menyambut 17,5 juta wisatawan asing, mempertahankan posisinya sebagai negara yang paling banyak dikunjungi di Asia tenggara.

(asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK