Kebiasaan makan sering kali dikaitkan dengan karakter tertentu. Konon, cara seseorang menyantap makanan bisa mencerminkan kepribadiannya. Benarkah demikian?
Hubungan antara kepribadian dan kebiasaan makan pernah dibahas dalam jurnal Advances in Nutrition. Penelitian itu menemukan hubungan antara karakteristik kepribadian dan pilihan makanan. Salah satunya berkaitan dengan neuroticism, yaitu kecenderungan mengalami emosi negatif, seperti kecemasan dan kekhawatiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakteristik ini berkaitan dengan pola makan yang kurang sehat, termasuk konsumsi buah dan sayur yang lebih rendah serta konsumsi gula dan lemak jenuh yang lebih tinggi.
Karakteristik lain yang turut dikaitkan dengan pilihan makanan adalah openness, keterbukaan terhadap pengalaman baru. Sementara itu, alexithymia, kesulitan mengenali dan mengungkapkan emosi, juga ditemukan berkaitan dengan pola makan tertentu.
Mengutip jurnal Appetite, hubungan antara pilihan makanan dan lima dimensi kepribadian dikenal sebagai Big Five.
Kelima dimensi tersebut meliputi openness atau keterbukaan terhadap pengalaman, conscientiousness atau kehati-hatian dan kedisiplinan, extraversion atau kecenderungan bersosialisasi, agreeableness atau kecenderungan bekerja sama, serta neuroticism atau kecenderungan mengalami emosi negatif.
Penelitian pada orang dewasa Australia mengelompokkan pilihan makanan menjadi tiga pola utama, yakni makanan berbasis karbohidrat, daging, serta pangan nabati dan ikan.
Hasilnya, konsumsi pangan nabati dan ikan berkaitan dengan keterbukaan terhadap pengalaman, kehati-hatian, serta kestabilan emosi.
Sebaliknya, konsumsi daging berkaitan dengan tingkat keterbukaan dan kestabilan emosi yang lebih rendah, tetapi kecenderungan bersosialisasi lebih tinggi. Adapun konsumsi makanan berbasis karbohidrat ditemukan berkaitan dengan tingkat kehati-hatian, bersosialisasi, dan kestabilan emosi yang lebih rendah.
Gaya makan juga diteliti
Studi juga menemukan hubungan antara kepribadian dan kebiasaan makan. Hasilnya, orang yang lebih terbuka terhadap pengalaman baru cenderung makan lebih banyak buah, sayuran, dan salad, serta lebih sedikit daging dan minuman ringan.
Sementara itu, orang yang cenderung lebih teratur dan mampu mengendalikan diri ditemukan mengonsumsi lebih banyak buah. Penelitian ini juga menemukan hubungan antara kecenderungan mengalami emosi negatif dan kebiasaan makan berlebihan.
Pada akhirnya, cara makan bisa jadi salah satu hal unik yang membedakan setiap orang. Namun, untuk mengenal kepribadian seseorang, rasanya tidak cukup hanya melihat bagaimana mereka menyantap makanan.

