Bar di AS Sajikan Koktail dengan 'Surat Dokter' untuk Bolos Kerja
Sebuah bar di Washington, D.C., Amerika Serikat, menawarkan pengalaman minum yang tak biasa. Bar bernama The Fountain Inn ini memiliki satu menu yang bernama Doctor's Note yang disajikan bersama secarik "surat dokter".
Surat tersebut tentu bukan dokumen medis sungguhan, melainkan untuk memberikan pengalaman minum koktail yang unik buat pengunjung.
"Surat dokter" tersebut dimaksudkan sebagai alasan bercanda jika seseorang terlalu banyak minum. Konsep nyeleneh ini pun menjadi salah satu daya tarik yang membuat The Fountain Inn berbeda dari bar pada umumnya.
Doctor's Note merupakan koktail tropis berbahan rum, kelapa, nanas, dan blue curaçao.
Namun, keunikan The Fountain Inn tak sebatas pada gimmick tersebut. Bar yang berada di kawasan Georgetown ini juga mengusung konsep yang terinspirasi dari sejarah panjang budaya minum di Amerika Serikat.
Nama The Fountain Inn sendiri diambil dari sebuah penginapan dan kedai minum yang berdiri pada 1783. Saat itu tempat tersebut dikenal sebagai Suter's Tavern dan menjadi spot berkumpul sejumlah tokoh penting Amerika Serikat, seperti George Washington, Thomas Jefferson, hingga Pierre L'Enfant.
Kini, The Fountain Inn dihidupkan kembali sebagai bar sekaligus ruang untuk mencicip minuman beralkohol premium. Hampir seluruh menu koktailnya terinspirasi dari resep dan tradisi masa lampau, tetapi disajikan dengan pendekatan yang lebih modern.
"Kami mengambil ide-ide dari masa lalu untuk menginspirasi pendekatan koktail modern dengan cara yang mungkin tidak akan Anda temukan di menu bar lain," ujar Direktur Bar The Fountain Inn, Luke Georgiadis, dikutip dari laman Southern Living.
Selain Doctor's Note, pengunjung juga dapat menemukan berbagai koktail bertema sejarah, seperti Fish House Punch, terbuat dari brandy, rum, dan vermouth yang terinspirasi dari klub memancing pada awal abad ke-18.
Ada pula Rebellious Old Fashioned, yang dibuat sebagai penghormatan kepada John Suter, pemilik awal kedai tersebut yang dikenal juga menyukai anggur Madeira.
Tak hanya mengandalkan menu koktail, The Fountain Inn juga menyuguhkan minuman alkohol langka. Bar ini menyimpan hampir 700 botol spirit (minuman keras), mulai dari scotch, bourbon vintage, hingga rye whiskey yang sebagian sudah tidak lagi diproduksi.
Salah satu alasan The Fountain Inn memiliki koleksi miras yang begitu lengkap adalah karena bar tersebut berafiliasi dengan The Bourbon Concierge, salah satu distributor dan penyedia minuman beralkohol langka terkemuka di AS.
"Kami bisa mendapatkan botol dari mana saja dan memiliki posisi yang unik untuk menghadirkan produk-produk baru yang masuk ke pasar," ujar Kepala Bartender The Fountain Inn, Zack Atzert.
Meski menyimpan banyak koleksi premium, pengelola bar menegaskan bahwa mereka juga ingin menjadi tempat yang ramah bagi pengunjung yang baru mulai mengenal miras.
Selain itu, di tempat ini juga tersedia berbagai pilihan minuman dengan harga yang lebih terjangkau, lengkap dengan edukasi sejarah dan karakter setiap racikan.
(fef)