Andropause pada Pria, Kapan Mulai Terjadi? Ini Penjelasannya
Tak hanya wanita yang alami menopause, pria juga bisa mengalami apa yang dinamakan andropause. Lalu andropause pada pria kapan mulai terjadi?
Andropause itu sendiri merupakan kondisi penurunan hormon testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini dapat ditandai dengan beberapa gejala fisik, seperti berkurangnya massa otot, penumpukan lemak, hingga tubuh yang mudah lelah, bahkan hingga alami perubahan suasana hati dan kondisi psikologis.
Sayangnya, masih banyak pria yang tak menyadari gejala andropause karena sering dianggap sebagai bagian biasa dari proses penuaan atau efek kelelahan akibat aktivitas sehari-hari.
Nah, berikut ini serba-serbi mengenai andropause pada pria yang perlu Anda ketahui lebih lanjut agar bisa melewati fase ini dengan baik.
Andropause pada pria, kapan mulai terjadi?
Menurut laman Marion Gluck Clinic, kadar testosteron pada pria mulai menurun secara bertahap sejak usia 30 tahun dengan laju sekitar satu persen per tahun. Penurunan tersebut sebenarnya wajar karena merupakan bagian alami dari proses penuaan.
Namun ketika kadar testosteron turun terlalu rendah, kondisi itu dapat memicu munculnya andropause. Sebagian besar pria mulai merasakan gejala andropause pada akhir usia 40-an hingga awal 50-an.
Meski begitu, gejala andropause juga bisa muncul lebih cepat jika kadar testosteron turun di bawah batas normal akibat faktor tertentu. Misalnya karena obesitas, stres berkepanjangan, atau gaya hidup yang kurang sehat.
Gejala andropause
Agar Anda lebih mengenali kondisi ini, berikut beberapa gejala andropause yang umum terjadi:
- Penurunan libido atau gairah seksual.
- Gangguan ereksi.
- Tubuh mudah lelah.
- Berkurangnya massa dan kekuatan otot.
- Peningkatan lemak tubuh.
- Penurunan kepadatan tulang.
- Perubahan suasana hati, seperti mudah marah, depresi, atau kehilangan motivasi.
- Sulit berkonsentrasi.
- Gangguan tidur.
Namun, tak semua pria mengalami penurunan testosteron yang signifikan seiring bertambahnya usia. Sebagian pria masih memiliki kadar testosteron yang normal hingga usia lanjut.
Diperkirakan sekitar 30 persen pria berusia 50-an mengalami gejala andropause. Apakah seseorang mengalaminya atau tidak, dipengaruhi oleh berbagai faktor, dari dalam atau luar tubuh.
Mengapa andropause bisa terjadi?
Hingga kini, belum ada satu penyebab pasti yang menjelaskan mengapa andropause terjadi pada pria. Selain faktor usia, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko munculnya gejala andropause.
Misalnya karena stres, kecemasan, pola makan yang kurang sehat, serta konsumsi alkohol berlebihan dapat memperparah penurunan testosteron dan memicu munculnya berbagai gejala.
Selain itu, kondisi medis tertentu, seperti hipogonadisme onset lambat, juga dapat menjadi penyebab andropause. Kondisi itu terjadi ketika testis menghasilkan hormon testosteron dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali.
Cara mengurangi risiko andropause
Meskipun andropause bagian dari proses penuaan, gejalanya dapat diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menjaga pola makan bergizi seimbang.
- Berolahraga secara teratur.
- Tidur yang cukup dan berkualitas.
- Mengelola stres dengan baik.
- Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Bila gejala andropause mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau memengaruhi kualitas hidup, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Itulah penjelasan dan jawaban dari pertanyaan andropause pada pria kapan mulai terjadi? Semoga bermanfaat!
(san/rti) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
