Jangan Abaikan Tandanya, Ini 5 Penyebab Anak Telat Bicara

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 16:15 WIB
Ada beberapa penyebab anak telat bicara, mulai dari gangguan pendengaran hingga apraksia.
Ilustrasi. Ada beberapa penyebab anak telat bicara, mulai dari gangguan pendengaran hingga apraksia. (iStockphoto/Vladimir Vladimirov)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Mendengarkan kata-kata pertama yang keluar dari anak merupakan salah satu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh orang tua. Namun terkadang, orang tua dibuat khawatir karena buah hatinya tak kunjung menyebutkan sepatah kata. Ada beberapa penyebab anak telat bicara yang wajib diketahui orang tua.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi keterlambatan bicara pada anak. Dengan mengetahui penyebab anak telat bicara, orang tua dapat mengambil langkah tepat untuk mengatasi masalah keterlambatan bicara pada anak ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab anak telat bicara

Berdasarkan laman Almoosa Health, keterlambatan berbicara anak sudah dapat dilihat mulai usia 6 bulan. Orang tua wajib curiga jika pada usia ini anak sulit atau tidak dapat melakukan kontak mata pada saat dipanggil.

Gejala telat bicara ini mulai terlihat jelas pada saat memasuki usia 12 bulan. Selain tidak merespons saat dipanggil, anak biasanya juga tidak bergumam seperti, "Dadaa" atau tidak memberikan isyarat apa pun untuk mengekspresikan sesuatu, seperti menggelengkan kepala atau melambaikan tangan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini lima penyebab anak telat bicara yang wajib diwaspadai oleh orang tua.

1. Masalah pada mulut

Salah satu penyebab anak telat bicara, yakni terjadinya masalah pada mulut. Terdapat beberapa masalah pada mulut yang dapat menyebabkan anak menjadi sulit atau telat bicara.

Gangguan pada mulut itu dapat berupa masalah pada langit-langit mulut (palatum), lidah, atau atau frenulum linguae yang terlalu pendek. Hal ini bisa menghambat gerakan lidah dan menyebabkan anak telat bicara.

2. Masalah pendengaran

Orang tua mungkin masih belum banyak yang menyadari jika terdapat korelasi antara pendengaran dan kemampuan berbicara pada anak. Pada saat anak-anak tidak dapat atau kesulitan dalam mendengarkan kata-kata karena masalah pendengaran, hal ini akan memengaruhi kemampuan bicaranya.

Kesulitan mendengar membuat seorang anak sukar mendengarkan kata-kata atau bunyi-bunyian dengan baik untuk dapat mengulanginya. Hal ini membuat anak menjadi kesulitan untuk dapat mengucapkan kosakata, nada, atau artikulasi dengan baik karena otak anak tidak dapat mengenali sebuah bunyi dengan benar.

3. Autisme

Pada saat anak kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan baik, besar kemungkinan anak tersebut menderita autisme. Pada anak yang menderita sindrom autisme, ia akan mengalami keterlambatan pada kemampuannya dalam berbahasa secara ekspresif. Orang tua wajib segera membawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang baik.

4. Afasia

Kemungkinan telat bicara berikutnya, yakni karena anak mengalami afasia. Afasia merupakan kerusakan yang terjadi pada bagian sisi kiri otak yang berfungsi untuk mengatur pemahaman bahasa dan ekspresi pada anak.

Pada anak yang menderita afasia, mereka akan mengalami kesulitan bicara, menulis, atau mendengarkan dengan baik. Anak dengan gangguan ini akan mengalami kesulitan mengekspresikan kata-kata, sehingga tidak dapat mengetahui apa yang diucapkan oleh orang lain.

5. Apraksia bicara

Anak yang menderita apraksia bicara kemungkinan juga akan mengalami keterlambatan berbicara. Apraksia bicara terjadi karena otak mengalami kesulitan untuk mengirimkan perintah tepat pada mulut untuk menghasilkan kata-kata yang tepat, meskipun mereka mengetahui apa yang ingin diucapkan.

Apraksia bicara ini dapat disebabkan oleh dua hal. Selain faktor bawaan, apraksia bicara ini juga bisa muncul karena anak tersebut pernah mengalami cedera otak yang cukup serius, termasuk karena tumor.

Setidaknya ada lima penyebab anak telat bicara yang dapat dijadikan referensi bagi orang tua. Jika Anda menemukan tanda-tanda anak telat bicara, segeralah cari bantuan tenaga profesional, seperti dokter spesialis anak.

(ahd/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]