Wajib Tahu, Ini 7 Cara agar Anak Tak Berpikir Orang Tua Pilih Kasih
Memiliki dua anak atau lebih menuntut orang tua untuk membagi perhatian dan kasih sayang yang seimbang. Lantas, bagaimana cara agar anak tidak merasa orang tua pilih kasih?
Membagi perhatian kepada masing-masing anak dengan porsi yang sama masih terasa sulit bagi beberapa orang tua. Banyak orang tua yang tidak dingin pilih kasih, namun faktanya, disadari atau tidak, orang tua justru melakukannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diingat, setiap anak yang dilahirkan memiliki hal yang sama. Orang tua wajib memberikan buah hati mereka kasih sayang, perlindungan, dan tumbuh kembang dengan porsi yang pas sesuai kebutuhan.
Namun, terkadang tanpa disadari, orang tua justru bersikap sebaliknya. Ada anak yang diberikan lebih dibanding yang lainnya sehingga anak merasa pilih kasih. Orang tua tidak bisa mengabaikannya begitu saja jika anak merasa pilih kasih, pasalnya hal ini akan mengganggu tumbuh kembang emosional anak.
Cara agar anak tidak merasa orang tua pilih kasih
Untuk menghindari anak merasa pilih kasih, terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan oleh orang tua dalam pola asuh. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini tujuh cara agar anak tidak merasa orang tua pilih kasih yang dapat dijadikan bahan referensi.
1. Jangan membandingkan
Hal pertama yang harus dilakukan oleh orang tua adalah jangan pernah membandingkan antara satu anak dengan yang lainnya. Masalahnya, terkadang tanpa disadari atau orang tua sering kali melakukan hal ini.
Perilaku membandingkan anak satu dengan lainnya hanya akan menumbuhkan kebencian anak. Tidak hanya kepada orang tua, tapi juga kepada saudaranya sendiri.
Selain itu, hal ini akan membuat anak merasa dikucilkan dan dapat mengurangi rasa percaya diri.
2. Budayakan minta maaf
Tak hanya anak saja yang harus diajari untuk meminta maaf saat berbuat salah, namun orang tua juga harus mau mencontohkannya. Pada saat orang tua melakukan kesalahan atau membuat anak tak nyaman seperti membentak, orang tua harus mau untuk meminta maaf.
Pada saat orang tua tak sungkan untuk minta maaf, maka anak merasa tidak terbebani. Namun, jika orang tua enggan untuk meminta maaf, maka anak akan merasa tidak dihargai.
3. Tanamkan kepedulian
Menanamkan kepedulian antar-anak seharusnya sudah dilakukan sejak dini. Hal ini akan membuat anak merasa saling membutuhkan satu dengan yang lain. Anak akan merasa jika saudara bukanlah sosok yang mengancam kehadirannya di keluarga tersebut.
Jika hal ini bisa berjalan dengan baik, maka tidak hanya hubungan antar-anak saja yang harmonis, tapi juga hubungan antara orang tua dengan anak juga akan berjalan dengan baik selayaknya keluarga.
4. Ciptakan momen berdua
Prinsip keadilan itu tidak bisa selalu diartikan sama rata. Masing-masing anak memiliki kebiasaan dan kebutuhannya sendiri-sendiri.
Untuk mengetahuinya, ciptakan momen berdua saja dengan masing-masing anak. Hal ini juga untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh anak terhadap saudaranya.
5. Saling terbuka
Mengajarkan anak-anak untuk saling terbuka menjadi salah satu pondasi penting untuk menciptakan kesetaraan.
Dengan bersikap saling terbuka, maka orang tua dapat mengetahui apa yang ada di dalam pikiran anak. Hal ini tentu saja akan membantu orang tua untuk mengambil sikap yang benar.
6. Mengajari kerja sama
Sebagai orang tua, Anda harus mengajari anak untuk dapat saling bekerja sama dalam hal yang positif. Mulailah dari hal-hal skecil terlebih dahulu untuk membiasakan mereka, seperti merapikan mainan, membersihkan kamar, atau belajar.
Jika anak sudah terbiasa, maka hal ini dapat mengurangi potensi anak untuk saling menyalahkan.
7. Tidak memfavoritkan salah satu anak
Orang tua juga perlu berhenti untuk memfavoritkan salah satu anak. Memfavoritkan anak tidak selalu harus dengan kata-kata, pujian yang berlebihan pada salah satu anak juga bisa dikategorikan hal ini.
Jika terus dilakukan, maka anak akan menumbuhkan rasa cemburu pada anak yang lain.
Demikianlah tujuh cara agar anak tidak merasa orang tua pilih kasih yang dapat dijadikan referensi bagi orang tua. Seyogianya, orang tua bisa memperlakukan anak yang satu dengan lainnya secara adil.
(ahd/asr) Add
as a preferred source on Google

