Pria 83 Tahun Kena Sifilis Langka, Awalnya Masuk UGD karena Gatal

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 12:15 WIB
Kasus sifilis langka
Ilustrasi. Seorang pria 83 tahun di Belgia didiagnosis menderita sifiis. Namun kasus sifilis ini terbilang langka. (Shutterstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria berusia 83 tahun masuk unit gawat darurat karena gatal luar biasa di kulit. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, ternyata ia didiagnosis mengalami sifilis langka.

Setelah berminggu-minggu keluar masuk rumah sakit, pria asal Belgia itu akhirnya memutuskan ke unit gawat darurat. Kulitnya terasa sangat gatal lalu ada ruam merah dan sisik pada betis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan kasus, dokter menuliskan "kekuatan motorik, sensasi, refleks, koordinasi, dan gaya berjalan normal."

Kemudian di ruang gawat darurat, ia ditanya lebih lanjut soal riwayat kesehatannya. Dia berkata dalam dinas militer semasa muda, ia telah berhubungan seks tanpa pengaman dengan beberapa orang.

Dia juga sempat dirawat akibat berbagai infeksi menular seksual (IMS) kala itu tapi ia tidak ingat diagnosisnya.

Dokter memutuskan untuk menjalankan tes HIV dan tuberkulosis. Namun hasilnya negatif. Namun pemeriksaan untuk Treponema pallidum atau bakteri penyebab sifilis menunjukkan hasil positif. Hal ini mengonfirmasi bahwa si pria menderita infeksi sifilis aktif.

Melansir dari Live Science, berdasar tes T.pallidum positif, ruam, tidak enak badan, hasil fungsi hati abnormal, kadar protein urine tinggi, bengkak pada kaki, wajah terkulai, dan kelenjar getah bening bengkak.

Dokter mendiagnosis ia menderita sifilis sekunder dengan neurosifilis dini atau kondisi bakteri menyerang sistem saraf.

Kasus ini terbilang langka sebab jarang sekali sifilis menyerang ginjal dan hati.

Selain itu, biasanya sifilis sekunder terjadi dalam tahun pertama infeksi yang tidak diobati dan jarang berkemban setelah empat tahun berlalu.

Biasanya, ada luka halus dan keras di area mulut atau alat kelamin selama sifilis primer. Setelah luka hilang, sifilis sekunder muncul dalam beberapa bulan jika tidak diobati.

Rasa gatal akibat mencukur bulu kaki bisa terjadi karena pisau cukur yang digunakanIlustrasi. Pria Belgia masuk UGD karena gatal-gatal. Setelah diperiksa, ia didiagnosis sifilis langka. (Natasha Riyandani)

Dia dulu memang sempat terdiagnosis IMS meski tidak diketahui penyakit persisnya. Namun paparan periode itu tidak menjelaskan gejala yang dialami saat ini.

Pasien pun diberi suntikan penisilin tunggal sebelum diagnosis infeksinya menyerang sistem saraf. Kemudian ia diberi pengobatan penisilin intravena selama 14 hari yang direkomendasikan untuk neurosifilis.

Sementara gejala gatal yang parah diobati dengan antihistamin dan diberi diuretik untuk mengurangi bengkak di kaki. Dalam waktu sebulan, bengkak telah membaik dan hasil tes fungsi hari dan produksi urine telah normal.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]