Arti Suara Kucing, dari Minta Makan hingga Tanda Sakit

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Suara meong kucing itu artinya tak selalu sama, kenali semua perbedaannya. (Paramount Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kucing dikenal sebagai hewan yang ekspresif. Meski tidak bisa berbicara seperti manusia, mereka memiliki beragam cara untuk menyampaikan keinginan, emosi, hingga kondisi kesehatannya melalui suara.

Tak hanya mengeong, kucing juga dapat mendengkur, mendesis, menggeram, hingga meraung. Para ahli bahkan menyebut kucing mampu menghasilkan puluhan variasi vokalisasi dengan nada dan intensitas yang berbeda. Masing-masing suara tersebut memiliki arti yang berbeda, tergantung situasi dan bahasa tubuh yang menyertainya.

Bagi pemilik kucing, memahami arti suara ini penting agar lebih mudah mengenali kapan hewan peliharaan sedang merasa senang, lapar, stres, atau bahkan membutuhkan pertolongan medis.

Berikut panduan mengenali arti berbagai suara kucing melansir berbagai sumber:

1. Mengeong, tanda ingin berkomunikasi

Mengeong atau 'meong' merupakan suara yang paling sering terdengar dari kucing peliharaan. Menariknya, kucing dewasa lebih sering mengeong untuk berkomunikasi dengan manusia dibandingkan sesama kucing.

Biasanya, suara ini menjadi cara kucing untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, seperti:

• Meminta makan atau minum.

• Menginginkan perhatian atau belaian.

• Meminta dibukakan pintu.

• Menyapa pemilik yang baru pulang.

Namun, frekuensi dan nada mengeong juga perlu diperhatikan. Meong yang singkat dan cepat biasanya berarti sapaan atau ajakan untuk memperhatikan mereka. Sebaliknya, meong yang panjang dan bernada sedih dapat menandakan ketidaknyamanan, rasa cemas, atau protes terhadap sesuatu.

Jika kucing terus-menerus mengeong tanpa henti, terutama jika perilaku tersebut muncul secara tiba-tiba, bisa jadi ia sedang mengalami rasa sakit, cedera, atau masalah kesehatan lain sehingga perlu diperiksakan ke dokter hewan.

2. Mendengkur bukan selalu berarti bahagia

Suara dengkuran atau purring identik dengan kucing yang merasa nyaman. Kucing biasanya mendengkur saat sedang dipangku, dielus, atau beristirahat di tempat favoritnya.

Meski demikian, dengkuran tidak selalu menjadi tanda kebahagiaan. Dalam beberapa kondisi, kucing juga mendengkur saat merasa stres, takut, atau sedang menahan rasa sakit. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan bahasa tubuhnya.

Apabila tubuh kucing terlihat rileks, mata setengah terpejam, dan ekor tenang, kemungkinan besar ia sedang merasa nyaman. Sebaliknya, jika tubuhnya tegang, telinga menekuk ke belakang, atau napas tampak cepat, dengkuran tersebut bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

3. Mendesis saat merasa terancam

Desisan merupakan bentuk peringatan yang jelas bahwa kucing merasa tidak aman atau terancam. Saat mendesis, kucing biasanya menunjukkan bahasa tubuh yang khas, seperti:

• Punggung melengkung.

• Bulu berdiri.

• Ekor mengembang.

• Telinga menekuk ke belakang.

• Gigi dan taring terlihat.

Jika menemukan kucing dalam kondisi ini, sebaiknya jangan memaksanya untuk disentuh. Beri ruang agar ia merasa aman, sekaligus cari tahu apa yang membuatnya merasa terancam.

4. Menggeram sebagai peringatan terakhir

Geraman adalah suara rendah dan berat yang menandakan kucing sedang sangat terganggu atau bersiap mempertahankan diri. Suara ini sering muncul ketika kucing merasa terpojok, terganggu oleh hewan lain, atau tidak nyaman dengan situasi di sekitarnya.

Biasanya, geraman disertai dengan tubuh yang kaku, mata membelalak, dan ekor yang mengembang. Apabila kucing sudah menggeram, hindari mendekat karena risiko dicakar atau digigit menjadi lebih tinggi.

5. Meraung bisa menandakan birahi atau gangguan kesehatan

Suara meraung (yowling) terdengar lebih keras dan panjang dibandingkan mengeong biasa. Kondisi ini umum terjadi saat kucing sedang memasuki masa birahi, baik jantan maupun betina. Namun, pada beberapa kasus, meraung juga dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang mengalami:

• Stres akibat perubahan lingkungan.

• Kesepian.

• Terjebak atau tidak bisa keluar dari suatu tempat.

• Kebingungan pada usia lanjut akibat penurunan fungsi otak.

Jika suara meraung muncul terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, terutama pada kucing senior, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter hewan.

6. Mengeong pendek berulang saat melihat mangsa

Pernah melihat kucing mengeluarkan suara pendek seperti cicitan saat menatap burung dari balik jendela? Suara yang dikenal sebagai chirping atau chattering ini biasanya muncul ketika kucing melihat mangsa yang tidak bisa dijangkaunya.

Para ahli menduga suara tersebut berkaitan dengan naluri berburu. Di sisi lain, bunyi ini juga dapat menunjukkan rasa frustrasi karena mangsanya berada di luar jangkauan. Meski terdengar unik, perilaku ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK