7 Tanda Anak Mengalami Fatherless dan Cara Mengatasinya

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 03:00 WIB
Tanda anak fatherless.
Ilustrasi. Ada beberapa tanda anak fatherless yang bisa diperhatikan. (sarahbernier3140/Pixabay)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kehadiran ayah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua anak bisa merasakan kehadiran ayah secara utuh. Kondisi ini dikenal dengan istilah fatherless.

Pertanyaannya, bagaimana kita mengetahui seorang anak mengalami fatherless? Apa saja tanda anak fatherless yang bisa diperhatikan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi fatherless adalah hilangnya sosok ayah karena perpisahan, pekerjaan, meninggal dunia, atau memiliki ayah yang hadir secara fisik tetapi tidak terlibat secara emosional.

Tanda anak fatherless

Meski kondisi ini tidak selalu menimbulkan masalah, sebagian anak dapat menunjukkan beberapa tanda tertentu yang memengaruhi cara mereka berpikir, berperasaan, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Berikut tanda-tandanya.

1. Kurang percaya diri

Salah satu tanda anak fatherless yang cukup sering muncul, berdasarkan situs Attachment Project adalah, rasa tidak percaya diri. Anak mungkin merasa dirinya tidak cukup baik atau sering meragukan kemampuan sendiri.

Hal ini bisa terjadi karena anak tidak mendapatkan dukungan, pujian, atau pengakuan dari sosok ayah. Akibatnya, mereka lebih mudah membandingkan diri dengan orang lain dan takut gagal.

2. Sulit mengendalikan emosi

Anak yang mengalami kehilangan figur ayah juga bisa lebih mudah marah, sedih, atau tersinggung. Ada pula yang memilih memendam semua perasaannya sehingga terlihat pendiam.

Kesulitan mengelola emosi ini dapat berlanjut hingga dewasa jika tidak mendapatkan bimbingan yang tepat.

3. Selalu mencari pengakuan dari orang lain

Sebagian anak fatherless memiliki kebutuhan besar untuk mendapatkan perhatian dan validasi. Mereka merasa bahagia jika dipuji, tetapi sangat kecewa ketika tidak mendapat pengakuan.

Keinginan untuk terus diterima oleh orang lain terkadang membuat mereka rela mengorbankan kenyamanan diri sendiri.

4. Sulit mempercayai orang lain

Pengalaman kehilangan atau kekecewaan terhadap ayah dapat membuat anak lebih berhati hati saat membangun hubungan.

Mereka mungkin takut ditinggalkan, sulit membuka diri, atau justru menjaga jarak dengan orang lain agar tidak kembali merasa kecewa.

5. Cenderung terjebak dalam hubungan yang tidak sehat

Kurangnya kasih sayang dari ayah dapat membuat sebagian anak mencari perhatian dari orang lain saat dewasa. Akibatnya, mereka lebih mudah bertahan dalam hubungan yang tidak sehat karena takut kehilangan.

Mereka juga bisa kesulitan menetapkan batasan dan lebih sering mengalah demi mempertahankan hubungan.

6. Memiliki sifat perfeksionis

Anak yang tumbuh dengan ayah yang sering mengkritik atau jarang memberikan apresiasi bisa merasa harus selalu sempurna.

Mereka takut melakukan kesalahan karena khawatir dianggap tidak berharga. Akibatnya, tekanan yang dirasakan menjadi lebih besar dan sulit merasa puas dengan pencapaiannya sendiri.

7. Sulit mengatakan tidak

Rendahnya rasa percaya diri membuat sebagian anak fatherless kesulitan menolak permintaan orang lain. Mereka lebih memilih menyenangkan orang lain daripada mengungkapkan kebutuhan sendiri.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat membuat mereka mudah dimanfaatkan.

Cara membantu anak mengatasi dampak fatherless

Ilustrasi ayah mengajarkan anak bermain ukuleleIlustrasi. Tanda anak fatherless. (iStock/rudi_suardi)

Situs Daddyless Daughters menambahkan, meski pengalaman masa kecil tidak bisa diubah, dampak kurang kasih sayang dari ayah tetap dapat dikurangi dengan langkah yang tepat. Berikut caranya.

1. Bangun rasa percaya diri

Berikan apresiasi atas usaha anak, bukan hanya hasil yang dicapai. Dukungan sederhana dapat membantu mereka merasa lebih berharga.

2. Ajarkan mengenali emosi

Dorong anak untuk menceritakan apa yang dirasakan tanpa takut dihakimi. Dengan begitu, mereka belajar mengelola emosi secara sehat.

3. Hadir secara konsisten

Kehadiran ibu, keluarga, guru, atau orang dewasa yang peduli dapat menjadi sumber rasa aman bagi anak. Anak tidak membutuhkan sosok yang sempurna, tetapi seseorang yang benar benar hadir dan mau mendengarkan.

4. Ajarkan batasan yang sehat

Anak perlu memahami bahwa mereka berhak mengatakan tidak, menyampaikan pendapat, dan menjaga diri dari hubungan yang merugikan.

5. Cari bantuan profesional bila diperlukan

Jika anak menunjukkan tanda seperti kecemasan berlebihan, depresi, kesulitan menjalin hubungan, atau perubahan perilaku yang mengganggu aktivitas sehari hari, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi langkah yang tepat.

Demikian adalah beragam tanda anak fatherless yang jarang diketahui orang. Tanda-tanda di atas mengingatkan betapa pentingnya sosok seorang ayah bagi seorang anak.

(sac/asr) Add as a preferred
source on Google