Jangan Salah Paham, Ini Arti Suara Kucing dari Meong hingga Desisan

CNN Indonesia
Sabtu, 18 Jul 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Tak selalu sama, suara kucing ternyata punya arti yang berbeda. (AFP/RAUL ARBOLEDA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang mengira semua suara kucing memiliki arti yang sama. Padahal, setiap vokalisasi yang dikeluarkan anabul bisa menyampaikan pesan yang berbeda, mulai dari meminta makan, mencari perhatian, hingga memberi tahu bahwa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.

Kucing termasuk hewan yang cukup vokal. Mereka tidak hanya mengeong, tetapi juga mendengkur, mendesis, menggeram, bahkan mengeluarkan suara menyerupai cicitan. Makna dari setiap suara dipengaruhi oleh tinggi rendah nada, durasi, serta bahasa tubuh yang ditunjukkan pada saat bersamaan.

Karena itu, memahami cara kucing 'berbicara' dapat membantu pemilik merespons kebutuhannya dengan lebih tepat sekaligus mengenali lebih dini jika ada masalah kesehatan.

Berikut arti berbagai suara kucing yang perlu diketahui:

1. Meong

Suara 'meong' merupakan bentuk komunikasi yang paling akrab bagi pemilik kucing. Menariknya, kebiasaan mengeong lebih sering ditujukan kepada manusia dibandingkan sesama kucing dewasa.

Biasanya, suara ini muncul ketika kucing ingin menyampaikan sesuatu, seperti meminta makan, mengajak bermain, mencari perhatian, atau menyambut pemilik yang baru tiba di rumah.

Namun, perhatikan juga karakter suaranya. Meong yang pendek biasanya hanya sapaan biasa. Sebaliknya, meong yang panjang, berulang, atau terdengar melengking dapat menunjukkan rasa tidak nyaman, stres, atau ada kebutuhan yang belum terpenuhi.

Apabila kucing mendadak terus mengeong tanpa sebab yang jelas, terutama jika disertai perubahan perilaku, kondisi tersebut patut diwaspadai karena bisa berkaitan dengan rasa sakit atau gangguan kesehatan.

2. Mendengkur

Banyak orang menganggap suara dengkuran (purring) selalu menjadi pertanda bahwa kucing sedang bahagia. Anggapan itu memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak selalu benar.

Kucing memang sering mendengkur saat merasa aman, nyaman, atau menikmati belaian pemiliknya. Akan tetapi, suara yang sama juga bisa muncul ketika mereka sedang ketakutan, mengalami stres, bahkan menahan rasa nyeri.

Oleh sebab itu, jangan hanya mengandalkan suara. Lihat juga ekspresi dan gerak tubuhnya. Kucing yang nyaman biasanya tampak santai, berkedip perlahan, dan berbaring dengan rileks. Sebaliknya, tubuh yang kaku atau telinga yang menekuk ke belakang bisa menjadi petunjuk adanya masalah.

3. Mendesis

Saat merasa terancam, kucing akan mengeluarkan suara desisan yang khas. Ini merupakan cara mereka memberi peringatan agar orang atau hewan lain tidak mendekat.

Desisan hampir selalu disertai perubahan postur tubuh. Punggung melengkung, bulu berdiri, ekor mengembang, serta telinga mengarah ke belakang menjadi sinyal bahwa kucing sedang berada dalam mode bertahan.

Jika sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya beri ruang dan jangan memaksanya berinteraksi. Memegang kucing dalam kondisi seperti ini justru berisiko membuatnya menyerang.

4. Menggeram

Apabila desisan diabaikan, sebagian kucing akan meningkatkan peringatannya dengan menggeram. Suara rendah ini menunjukkan bahwa kucing merasa sangat terganggu atau siap mempertahankan diri.

Kondisi tersebut biasanya terjadi saat berebut wilayah, merasa terpojok, atau menghadapi sesuatu yang dianggap mengancam. Daripada mencoba menenangkan secara paksa, lebih baik biarkan kucing menjauh dan menenangkan dirinya terlebih dahulu.

5. Meraung kencang

Suara meraung terdengar lebih panjang dan nyaring dibandingkan meong biasa. Pada kucing yang belum disteril, kondisi ini memang sering berkaitan dengan masa birahi.

Namun, bukan hanya itu penyebabnya. Raungan juga bisa muncul ketika kucing mengalami stres, merasa kesepian, terjebak di suatu tempat, atau mengalami penurunan fungsi kognitif akibat usia.

Jika perilaku tersebut muncul terus-menerus tanpa alasan yang jelas, terutama pada kucing lanjut usia, pemeriksaan ke dokter hewan perlu dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

6. Suara seperti cicitan saat melihat burung

Ada satu suara unik yang sering membuat pemilik kucing penasaran, yakni bunyi pendek menyerupai cicitan ketika kucing melihat burung, kadal, atau serangga. Suara yang dikenal sebagai chirping atau chattering ini dipercaya berkaitan dengan naluri berburu.

Beberapa ahli menilai bunyi tersebut merupakan bentuk antusiasme sekaligus rasa frustrasi karena mangsa berada di luar jangkauan. Meski terdengar tidak biasa, perilaku ini termasuk normal dan umum dijumpai pada kucing rumahan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK