6 Bau yang Tak Disukai Kucing Liar, Mengusir Tanpa Menyakiti Hewan

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa aroma yang justru tidak disukai kucing. (REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bau yang tidak disukai kucing bisa menjadi solusi alami untuk mengusir kucing liar yang kerap berkeliaran di sekitar rumah. Pasalnya, kucing memiliki indra penciuman yang sangat tajam sehingga lebih sensitif terhadap aroma tertentu dibandingkan manusia.

Keberadaan kucing liar memang bisa mengganggu sebagian orang, terutama jika sering buang air sembarangan atau memasuki area yang tidak diinginkan. Alih-alih menggunakan cara yang membahayakan hewan, Anda dapat memanfaatkan aroma tertentu sebagai pengusir yang lebih aman.

Selain untuk menghalau kucing liar, beberapa aroma ini juga bisa digunakan agar kucing peliharaan tidak memasuki ruangan atau area tertentu di dalam rumah. Lantas, apa saja aroma yang dibenci kucing?

Bau yang tidak disukai kucing

Kucing umumnya akan menghindari aroma yang terlalu tajam atau mengganggu indra penciumannya. Beberapa bau bahkan dapat membuat kucing merasa tidak nyaman sehingga memilih menjauh. Merujuk PetMD, berikut sejumlah bau yang tidak disukai kucing:

1. Aroma pedas

Aroma cabai, lada, dan berbagai rempah pedas termasuk bau yang tidak disukai kucing. Bahan-bahan tersebut mengandung capsaicin, senyawa yang menimbulkan sensasi panas dan perih.

Saat mengendus aroma pedas, kucing dapat merasa terganggu dan menganggapnya sebagai ancaman. Karena itu, hewan ini umumnya akan menjauh dari sumber bau tersebut.

2. Aroma jeruk

Bagi manusia, aroma lemon, jeruk, atau jeruk nipis terasa segar. Namun, kucing justru cenderung tidak menyukainya. Minyak alami yang terdapat pada buah-buahan sitrus menghasilkan aroma yang cukup menyengat bagi indra penciuman kucing. Tak heran jika banyak kucing enggan mendekati area yang memiliki aroma jeruk.

3. Produk pembersih rumah tangga

Bau yang tidak disukai kucing berikutnya berasal dari produk pembersih rumah tangga yang memiliki aroma menyengat. Cuka, pemutih, amonia, serta cairan pembersih berbahan kimia dapat mengganggu saluran pernapasan kucing.

Selain membuat tidak nyaman, beberapa produk tersebut juga berpotensi membahayakan apabila terjilat dari kaki atau bulunya. Karena itu, penggunaan produk pembersih sebaiknya tetap dilakukan dengan hati-hati dan disimpan di tempat yang tidak mudah dijangkau hewan peliharaan.

4. Deterjen dan pelembut pakaian

Kucing ternyata lebih menyukai tempat tidur atau kain yang masih memiliki aroma alaminya dibandingkan kain yang baru dicuci. Deterjen dan pelembut pakaian dapat menghilangkan aroma alami serta feromon yang biasa menempel pada benda-benda di sekitarnya. Kondisi ini dapat membuat kucing merasa asing dan kurang nyaman.

5. Minyak esensial

Minyak esensial (essential oil) sebaiknya dijauhkan dari kucing. Selain tidak disukai, beberapa jenis minyak esensial juga bersifat toksik bagi hewan tersebut.

Beberapa minyak esensial yang perlu diwaspadai antara lain peppermint, tea tree oil, minyak cengkeh, dan eucalyptus. Jika terpapar minyak esensial, kucing dapat mengalami gejala seperti:

• Air liur berlebihan

• Muntah

• Tremor

• Sulit berjalan normal

• Lemas

• Kesulitan bernapas

6. Pisang

Tak banyak yang mengetahui bahwa sebagian kucing juga tidak menyukai aroma pisang. Bukan daging buahnya, melainkan kulit pisang yang mengandung senyawa ethyl acetate. Senyawa tersebut menghasilkan aroma khas yang cukup menyengat bagi indra penciuman kucing sehingga membuatnya enggan mendekat.

Bau yang tidak disukai kucing dapat dimanfaatkan sebagai cara yang lebih aman dan ramah hewan untuk mencegah kucing liar memasuki area tertentu di rumah. Meski demikian, hindari menggunakan bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan kucing, terutama produk kimia atau minyak esensial dalam jumlah berlebihan.

(san/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK