Dulu Usir Tikus di Taman, Kucing-Kucing Ini Sekarang Jadi Magnet Turis

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 15:00 WIB
Parque Kennedy di Lima, Peru, tempat kucing-kucing yang jadi daya tarik wisata. (istockphoto/Jorge Choroco)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berawal dari upaya pemberantasan hama di kawasan elit Miraflores, Lima, Peru, sebuah taman kota kini bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata paling unik dan memikat di ibu kota.

Ketika serbuan hama tikus menguasai taman kota puluhan tahun lalu, pemerintah setempat mengerahkan kucing untuk mengatasi masalah tersebut. Bertahun-tahun berlalu, populasi kucing tersebut tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menjelma sebagai selebritas lokal yang dicintai publik.

Kini, para wisatawan dari berbagai penjuru dunia sengaja mendatangi Parque Kennedy di kawasan Miraflores khusus untuk menyapa para penghuni berbulu tersebut.

Kucing-kucing beragam ukuran dan warna ini dapat dengan mudah ditemukan sedang tertidur lelap di atas rumput atau duduk santai berbagi bangku dengan pengunjung taman.

Di sepanjang Parque Kennedy, tersebar fasilitas "hotel kucing" bertingkat serta wadah-wadah makanan dan air bersih yang terisi penuh. Salah satu rumah kucing buatan tangan beratap seng merah bahkan dilengkapi papan ucapan ramah: "Halo, saya temanmu Maggycuky dan saya berjanji jika kamu merasa dingin, saya akan menjadi hangatmu."

Seperti dilansir Travel and Leisure, kehadiran ratusan kucing di taman ini makin mempercantik suasana Miraflores yang dikenal sebagai salah satu kawasan elit di Lima. Tepat di sebelah taman, berdiri gereja Katolik bergaya neoklasik yang megah serta deretan restoran outdoor dengan area meja yang menghadap langsung ke taman.

Di tengah-tengah taman, terdapat penjual pernak-pernik tematik yang menjajakan magnet kulkas, pena, hingga tas berlukiskan wajah kucing-kucing terkenal Parque Kennedy.

Menurut sejarah lokal yang dilansir Atlas Obscura, invasi hama tikus pada era 1980-an menjadi pemicu awal dilepasnya koloni kucing ke Parque Kennedy. Kini, keberadaan mereka tidak sekadar ditoleransi, melainkan menjadi daya tarik wisata utama di kawasan tersebut.

Organisasi perlindungan hewan lokal turut berkolaborasi untuk memastikan pasokan makanan, minuman, tempat tinggal, hingga perawatan medis bagi kucing-kucing tersebut tetap terjamin.

Penerimaan warga kota terhadap koloni kucing ini terlihat sangat hangat. Tepat di seberang jalur pejalan kaki, taman tetangga yang lebih besar, Parque Central de Miraflores, juga ikut menyambut keberadaan selebritas berbulu ini.

Sebuah hotel kucing megah berdiri di dekat pintu masuk taman, yang uniknya masih menampilkan logo ajang Indonesia-Latin America Business Forum yang diselenggarakan di Lima pada tahun 2024 lalu.

(wiw/asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK