Trump 'Nyelonong' di Foto Juara Piala Dunia, Apa Itu Photobombing?

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 17:45 WIB
Aksi Presiden AS Donald Trump yang ogah turun panggung saat tim Spanyol berfoto sambil mengangkat trofi Piala Dunia 2026 dikenal dengan istilah photobombing. (IMAGN IMAGES via Reuters/MARK J REBILAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jadi sorotan gara-gara aksinya di Piala Dunia 2026. Ia tampak ogah turun panggung saat tim Spanyol hendak mengangkat trofi.

"Trump menolak pergi saat mereka mengangkat trofi. Infantino [Presiden FIFA Gianni Infantino] mati-matian berusaha membujuknya untuk pindah," tulis salah satu warganet di X.

Aksi itu bukan hal yang aneh. Aksi yang dilakukan Trump dikenal dengan istilah 'photobombing'. Apa itu 'photobombing'?

Selama ini, istilah photobombing kerap dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat umum. Namun, ternyata tokoh dunia seperti Trump juga melakukannya.

Menukil laman Cambridge Dictionary, photobombing merupakan tindakan seseorang yang muncul di depan atau di belakang subjek saat sedang pengambilan foto. Aksi ini bisa dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja.

Akibatnya, kehadiran orang yang melakukan photobombing bisa menarik perhatian atau mengubah fokus foto tersebut. Dalam kasus Trump, misalnya, foto yang seharusnya menyorot kemenangan tim Spanyol, justru jadi perbincangan lantaran Trump ikut terfoto.

Dalam banyak kasus, photobombing kerap dilakukan sebagai lelucon dengan menampilkan ekspresi wajah atau pose yang tidak terduga.

Istilah photobomb sendiri berasal dari gabungan kata 'photo' dan 'bomb'. Dalam konteks ini, 'bomb' bukan berarti ledakan, melainkan sebuah ungkapan yang menggambarkan tindakan mengacaukan sesuatu secara tiba-tiba. Tak heran jika seseorang yang melakukan photobomb dianggap 'menerobos' ke dalam foto dan mengubah hasil yang semula direncanakan.

Photobombing mulai populer seiring berkembangnya media sosial dan budaya swafoto alias selfie

Mengapa orang melakukan photobomb?

s Lamine Yamal receives his winners medal from U.S. President Donald Trump during the trophy presentation REUTERS/Lee Smith TPX IMAGES OF THE DAY" title="Spanyol Juara Piala Dunia 2026" />Ada banyak alasan yang mendorong seseorang melakukan photobombing. (REUTERS/Lee Smith)

Banyak alasan yang mendorong seseorang melakukan photobomb. Alasan yang paling umum adalah sebagai bentuk lelucon. Pasalnya, banyak orang tiba-tiba muncul dalam foto dengan sebuah pose lucu.

Photobombing juga bisa jadi cara untuk mencuri perhatian. Masuk ke bingkai foto membuat seseorang seolah-olah menjadi bagian dari momen tersebut hingga mengundang reaksi orang lain.

Selain itu, aksi photobomb juga dilakukan biasanya untuk membuat foto terasa lebih spontan. Sebuah ulasan di jurnal Media, Culture, & Society menyebut, photobombing menghadirkan unsur kejutan yang mengubah foto jadi lebih menarik.

Ulasan itu menganggap, kehadiran sosok yang 'mengganggu' komposisi foto justru menjadi hiburan dan membuat gambar lebih mudah diingat.

Tak sedikit juga orang yang melakukan photobomb sebagai sebuah usaha untuk menjadi viral di media sosial. Di tengah kehidupan yang serba viral ini, jadi sorotan di media sosial bisa jadi nilai tambah. Collins Dictionary, misalnya, memilih 'photobomb' sebagai 'Word of the Year' pada 2014 usai banyak foto photobomb selebriti yang menjadi viral di internet.

Perlu diketahui, photobombing bisa dianggap lucu jika dilakukan dalam situasi santai dan tidak mengganggu orang lain. Tapi, jika dilakukan pada momen formal, aksi photobombing bisa dianggap tidak sopan.

(asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK