Ini 4 Hal yang Terjadi Padamu Kalau Berhenti Mengeluh Selama Seminggu
Mengeluh dianggap sebagian orang sebagai cara paling mudah untuk meluapkan rasa kesal. Entah itu setelah terjebak macet, menghadapi pekerjaan, atau masalah lainnya, rasanya lega ketika bisa mencurahkan semua kekesalan.
Namun, benarkah mengeluh membuat diri merasa lebih baik?
Menurut para psikolog, mengeluh memang bisa memberi rasa lega sesaat. Sayangnya, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini justru dapat membuat otak semakin terpaku pada hal-hal negatif, meningkatkan kecemasan, hingga memengaruhi hubungan dengan orang lain.
Sebaliknya, mencoba berhenti mengeluh selama satu minggu disebut dapat membantu meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki suasana hati, dan mengubah cara otak merespons masalah.
Kenapa mengeluh terasa melegakan?
Psikolog klinis sekaligus profesor di Yeshiva University, Sabrina Romanoff, menjelaskan banyak orang tanpa sadar menganggap mengeluh sebagai bentuk tindakan untuk menyelesaikan masalah.
"Mengeluh terasa menarik karena saat membicarakan masalah, kita merasa sedang melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Padahal tidak demikian," ujarnya, dikutip dari Real Simple.
Neuropsikolog Sanam Hafeez mengatakan otak manusia memang secara alami lebih peka terhadap pengalaman negatif. Karena itu, membicarakan hal-hal yang mengecewakan terasa hampir otomatis dilakukan.
Selain memberi rasa lega karena mendapat validasi dari orang lain, mengeluh juga dapat memberikan ilusi seolah-olah kita memiliki kendali atas situasi yang sedang dihadapi. Masalahnya, kebiasaan ini membuat perhatian terus tertuju pada apa yang salah, bukan pada hal-hal yang masih bisa diubah.
Selain itu, kebiasaan mengeluh juga dikaitkan dengan pola pikir pesimis.
"Meskipun ini melindungi Anda dari kekecewaan, hal itu perlahan-lahan dapat merampas kegembiraan dari perspektif yang lebih positif atau netral," kata Romanoff.
Menurut para ahli, berhenti mengeluh selama sekitar satu minggu sudah cukup bagi banyak orang untuk mulai menyadari perubahan.
Pikiran menjadi lebih tenang, kecemasan berkurang karena tidak terus mengulang kejadian yang membuat kesal, serta muncul lebih banyak ruang untuk berpikir positif dan bersyukur. Hubungan dengan orang lain pun cenderung menjadi lebih hangat karena percakapan tidak lagi didominasi keluhan.
Manfaat berhenti mengeluh selama seminggu
Mengungkapkan kekesalan sesekali memang wajar, tetapi jika terus terjebak dalam kebiasaan mengeluh, seseorang justru akan sulit melangkah maju.
"Bagi banyak orang, satu minggu sudah cukup untuk mulai merasakan perubahan yang berarti," ujar Hafeez.
Berikut sejumlah manfaat yang bisa dirasakan ketika mencoba berhenti mengeluh selama sepekan.
1. Lebih mengenal diri sendiri
Saat stres, kebiasaan buruk sering kali muncul tanpa disadari. Misalnya, Anda menjadi lebih sering overthinking atau terus-menerus mencurahkan keluh kesah kepada orang lain ketika ada masalah.
"Berhenti mengeluh untuk sementara membantu Anda menyadari seberapa sering pikiran secara otomatis hanya berfokus pada hal-hal yang salah," kata Hafeez.
Menurutnya, kebiasaan ini juga membuat seseorang lebih mampu membedakan mana hal yang bisa dikendalikan dan mana yang berada di luar kendalinya.
Psikolog Chloe Carmichael Romanoff menambahkan, mengeluh juga dapat membuat seseorang menjadi lebih reaktif terhadap situasi.
"Sering kali kita tidak sadar bahwa kebiasaan ini membuat cara pandang kita menjadi bias sehingga sulit melihat suatu keadaan secara lebih objektif," ujarnya.
2. Kecemasan berkurang
Berbagai gangguan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat seseorang mudah kesal dan bereaksi berlebihan. Ketika frekuensi mengeluh berkurang, energi mental pun bisa dialihkan untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dengan lebih jernih.
"Dalam waktu satu minggu, Anda mulai menyadari kebiasaan mengeluh yang sebelumnya mungkin tidak pernah disadari. Memang belum sepenuhnya mengubah pola pikir, tetapi setidaknya dapat menggeser cara Anda memandang suatu situasi," jelas Hafeez.
Ia juga mengatakan bahwa kebiasaan ini dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan karena Anda tidak lagi terus-menerus mengulang atau memikirkan kembali berbagai kejadian yang membuat kesal atau frustrasi.
3. Lebih banyak ruang untuk pikiran positif
Saat tidak lagi terpaku pada sisi negatif, Anda memberi kesempatan untuk memunculkan pikiran dan perasaan yang lebih positif.
"Ketika mampu mengendalikan pikiran, banyak orang merasakan peningkatan suasana hati yang cukup besar," kata Romanoff.
Hafeez menambahkan, Anda juga mungkin mulai merasa lebih bersyukur secara alami. "Rasa syukur itu muncul tanpa perlu dipaksakan," ujarnya.
4. Hubungan dengan orang lain menjadi lebih sehat
Romanoff mengingatkan bahwa hubungan yang terlalu sering diisi dengan keluhan biasanya bertumpu pada energi negatif.
"Memang terasa seperti saling menguatkan lewat keluhan. Namun, hubungan seperti ini sering kali melelahkan dan dalam jangka panjang lebih mudah retak," katanya.
Dengan mengurangi kebiasaan mengeluh, percakapan menjadi lebih menyenangkan dan hubungan dengan orang-orang terdekat pun dapat terasa lebih sehat.
Mengubah kebiasaan mengeluh memang tidak bisa dilakukan dalam semalam. Karena itu, para ahli menyarankan memulainya secara bertahap.
Sebelum melontarkan keluhan, cobalah berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin Anda dapatkan dari mengeluh. Cara sederhana ini dapat membantu Anda menjadi lebih sadar dan mampu mengendalikan diri.
Demikian beberapa efek yang bisa dirasakan ketika berhenti mengeluh.
(fef)