Usai Olahraga, Minum Air Putih atau Isotonik? Ini Kata Dokter
Setelah berolahraga, banyak orang langsung mencari air putih untuk melepas dahaga. Namun, apakah air putih saja sudah cukup untuk memulihkan tubuh setelah kehilangan banyak keringat?
Dokter spesialis penyakit dalam dari Brawijaya Hospital, Jessica Marsigit mengatakan, kebutuhan cairan setelah olahraga bergantung pada intensitas aktivitas yang dilakukan. Jika tubuh kehilangan banyak keringat, air putih saja belum tentu cukup.
Lihat Juga :![]() Wellnest Festival Tutup Wellnest Festival, Remaja hingga Ibu-ibu Ramaikan Cardio Dance |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita mau lari atau olahraga, sebetulnya hidrasi itu harus dimulai minimal dua sampai tiga hari sebelumnya. Hidrasi, nutrisi, dan tidur harus cukup, jadi bukan fokus hanya di hari H," ujar Jessica, dalam talkshow di CNN Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).
Menurut Jessica, saat berolahraga, tubuh tidak hanya kehilangan air, tetapi juga elektrolit yang keluar bersama keringat.
"Keringat itu, kan, sebetulnya air bercampur garam. Makanya yang disarankan minumnya isotonik, karena bukan hanya mengandung air, tapi juga elektrolit seperti natrium dan magnesium," jelasnya.
Ia menjelaskan, elektrolit berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus membantu kerja otot selama dan setelah aktivitas fisik. Kehilangan elektrolit yang tidak segera diganti dapat meningkatkan risiko kram hingga kelelahan.
Untuk olahraga ketahanan seperti lari jarak jauh, Jessica menyebut beberapa atlet menerapkan strategi hidrasi bertahap.
"Misalnya setiap 2 kilometer minum air putih, lalu setiap 5 kilometer minum isotonik atau energy gel. Itu salah satu strategi yang banyak digunakan," ujarnya.
Dehidrasi jadi risiko terbesar saat olahraga
Dehidrasi merupakan salah satu kondisi paling berbahaya saat berolahraga.
"Saya merasa pola hidup saya sudah cukup baik dan rajin olahraga. Tapi waktu cek darah, dokter bilang darah saya kental karena kurang minum dan kurang mengganti elektrolit," kata Brian Bildt, Founder Primafit sekaligus life coach.
Menurutnya, banyak orang rajin berolahraga tetapi lupa memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit setelah berkeringat.
"Yang berbahaya dalam dunia olahraga adalah dehidrasi. Kalau hanya minum air putih, maaf, tidak cukup. Harus dibantu elektrolit yang mengandung magnesium, potassium, dan sodium," jelasnya.
Air putih atau isotonik?
Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Namun, ketika tubuh kehilangan banyak keringat akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, minuman isotonik dapat membantu mengganti elektrolit yang ikut hilang.
"Mungkin air putih cukup untuk menghilangkan haus. Tapi untuk mengganti elektrolit yang hilang karena keringat, kebutuhannya berbeda," ujar Satrio Legowo, Head of Marketing Operations Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Ia menambahkan, aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau mobilitas harian mungkin hanya membutuhkan penggantian cairan dan elektrolit dalam jumlah lebih sedikit.
Sementara olahraga dengan intensitas tinggi memerlukan asupan elektrolit yang lebih besar untuk membantu menjaga performa dan pemulihan tubuh.
Menjaga kecukupan cairan setiap hari, tidur yang cukup, serta asupan nutrisi yang seimbang tetap menjadi fondasi utama agar tubuh siap menghadapi aktivitas fisik.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google
