Apakah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Orang Tua? Ini Kata Dokter

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 12:00 WIB
Faktor penentu kecerdasan anak
Ilustrasi. Faktor genetik memang menentukan kecerdasan anak. Namun dokter mengingatkan bahwa ini bukan satu-satunya. Ada faktor lain yang perlu diperhatikan orang tua. (Getty Images/Sasiistock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian orang meyakini kecerdasan anak diturunkan dari orang tua. Hal ini memang benar tetapi dokter mengingatkan bahwa faktor genetik itu bukan satu-satunya penentu kecerdasan anak.

Jika ingin memiliki anak cerdas maka carilah pasangan yang cerdas pula. Mungkin Anda kerap mendengar bahwa orang tua yang cerdas bakal melahirkan anak-anak yang cerdas pula.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini memang benar. Dokter spesialis anak Kanya Ayu menuturkan kecerdasan anak biasanya diturunkan dari ibunya. Namun yang perlu diperhatikan adalah faktor genetik hanya satu dari sekian faktor penentu kecerdasan anak.

"Tapi betul tidak hanya dari genetik saja. Dari dalam kandungan sampai setidaknya 1.000 hari pertama kehidupan atau sampai usia 2 tahun itu perkembangan otak manusia mencapai 80 persen otak dewasanya," kata Kanya seperti dilaporkan detikHealth.

Dia menjelaskan ada tiga faktor utama pembentukan kecerdasan anak yakni, asah, asih, dan asuh. Ketiganya harus berjalan seimbang agar kecerdasan anak optimal.

Asah, lanjut Kanya, berarti nutrisi buat anak. Beberapa nutrisi penting yang harus dipastikan ada antara lain, protein, mikronutrien, zat besi, dan DHA.

Selanjutnya asih berarti pengelolaan emosi. Orang tua mengajari anak untuk menerima kasih, menghadapi stres, dimarahi atau hal-hal yang kira-kira bakal ditemui di lingkungan sosial.

"Kemudian 'asuh'-nya itu adalah stimulasi. Percuma kalau ibunya pintar terus anak dikasih makan daging, tapi cuma dikasih makan, nggak diajak ngomong nggak pernah diajarin bermain cilukba dan seterusnya semuanya harus balance," imbuhnya.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]