Apakah Cacar Ular Menular? Begini Penjelasannya
Herpes zoster sering juga disebut sebagai cacar api atau cacar ular. Lantas, apakah cacar ular menular?
Cacar ular merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV), yang juga menjadi penyebab cacar air. Pasalnya, setelah seseorang terkena cacar air, virus tersebut tetap hidup dalam tubuh tetapi tidak aktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Virus dapat aktif kembali atau disebut herpes zoster jika sistem kekebalan tubuh menurun atau terjadi kontak langsung dengan pasien cacar api.
Adapun, penyakit yang memiliki masa inkubasi virus kurang lebih 10-21 hari ini biasanya terjadi pada orang dewasa.
Apakah cacar ular menular?
Cacar ular terdengar menakutkan. Seringkali, kita pun mempertanyakan apakah cacar ular menular?
Mengutip Healthline, cacar ular memang menular, tetapi jika bersentuhan langsung dengan lepuhan atau ruam herpes zoster yang aktif. Virus ini tidak dapat ditularkan melalui air liur atau sekresi hidung, kecuali dalam kasus yang jarang terjadi.
Namun, seseorang yang belum pernah menderita cacar air atau mendapatkan vaksin harus berhati-hati karena dapat tertular virus ini. Biasanya, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan lepuh ruam herpes zoster, dikutip CDC.
Peluang seseorang terkena cacar ular jika terpapar virus meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar setengah dari semua kasus, cacar ular terjadi setelah usia 60 tahun dan risikonya meningkat secara signifikan dari usia 70 tahun ke atas.
Adapun, kondisi lain yang menyebabkan seseorang terkena cacar ular adalah:
- memiliki kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh,
- sedang mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh,
- terlalu banyak terpapar sinar matahari.
Cara menghindari penyebaran cacar ular
Berikut ini salah satu tips untuk penderita cacar ular supaya membantu mengurangi penyebaran virus:
1. Jaga ruam cacar tetap bersih dan tertutup. Hal tersebut dapat membantu mencegah orang lain secara tidak sengaja bersentuhan dengan lepuhan cacar.
2. Cuci tangan sesering mungkin. Kebersihan tangan dan berusaha untuk tidak menyentuh lepuhan sangat penting.
3. Jangan berada dekat ibu hamil. Virus cacar ular dapat menyebabkan risiko kesehatan serius bagi ibu hamil dan bayi mereka.
4. Hindari orang lain yang berisiko seperti bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, dan anak-anak yang belum pernah terkena cacar air atau belum menerima vaksin.
Selain itu, seseorang dengan cacar ular juga perlu menghindari berada di dekat orang dengan kekebalan tubuh lemah.
Meskipun cacar ular dapat sembuh sendiri dengan, Anda mungkin perlu memeriksakan ke dokter jika mengalami gejala lainnya.
Demikian penjelasan tentang apakah cacar ular menular yang bisa Anda cermati.
(glo/asr)