Bahaya Etomidate, Obat Bius yang Disuntikkan ke Dalam Vape

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 07:30 WIB
Bahaya etomidate
Ilustrasi. Cek bahaya etomidate yang terdapat pada cairan isi ulang rokok elektrik atau vape. (Freepik/prostooleh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peredaran rook elektrik atau vape semakin luas. Ada kekhawatiran produk alternatif rokok konvensional ini mengandung etomidate. Cek bahaya etomidate berikut ini.

Singapura sempat mencuri perhatian masyarakat dunia karena memperketat peredaran vape. Kenapa? Belakangan banyak diperjual belikan cairan vape secara ilegal yang mengandung etomidate.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara tetangga Indonesia ini pun menempatkan penggunaan vape setara dengan penyalahgunaan narkoba.

Bahaya etomidate

Sementara di Indonesia, etomidate masuk dalam jenis narkoba golongan tipe 2. Badan Narkotika Nasional (BNN) pernah menyita ribuan cartridge isi ulang vape dengan kandungan etomidate.

Etomidate sebenarnya digunakan oleh kalangan medis sebagai obat bius intravena. Etomidate biasanya diberikan sebelum operasi atau tindakan medis darurat. Obat ini bekerja dengan memberikan efek hipnotik atau membuat pasien tertidur.

Keunggulan etomidate antara lain, obat bekerja sangat cepat dalam hitungan detik hingga menit dan cocok untuk pasien dengan kondisi lemah atau berisiko mengalami penurunan tekanan darah ketika dibius.

Penggunaan etomidate jelas harus di bawah pengawasan dokter. Namun yang terjadi, ada saja pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan etomidate.

Ketika zat ini digunakan untuk campuran vape dan dihirup, ada beberapa bahaya etomidate yang patut diwaspadai.

  • Gangguan hormon, produksi kortisol ditekan.
  • Efek hipnotik mendadak, pengguna vape bisa kehilangan kesadaran.
  • Kecanduan, etomidate berpotensi membuat penggunanya kecanduan karena ada efek sedatif.
  • Kerusakan organ, penggunaan jangka panjang bisa memicu kerusakan organ vital termasuk ginjal dan hati karena metabolisme obat tidak teratur.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]