Kulit Bayi Rentan Iritasi, Dokter Ingatkan Pentingnya Skin Barrier

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 21:56 WIB
Ilustrasi bayi prematur
Ilustrasi. Skin barrier pada bayi harus tetap dijaga. (iStock/pekkak)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kulit bayi dan anak ternyata belum sekuat kulit orang dewasa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kulit si kecil masih lebih tipis sehingga lebih rentan mengalami kekeringan, iritasi, hingga gangguan pada lapisan pelindung kulit (skin barrier).

Penelitian yang dipublikasikan oleh Stamatas GN dkk. (2010) menyebutkan kulit bayi dan anak sekitar 30 persen lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Selain itu, kemampuan kulit untuk mengunci kadar air juga belum berkembang secara optimal sehingga membuatnya lebih mudah kehilangan kelembapan.

Dokter spesialis anak Ian Suryadi Suteja mengatakan menjaga kesehatan skin barrier merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kesehatan kulit bayi. Menurutnya, kulit yang terjaga dengan baik tidak hanya membantu melindungi dari iritasi, tetapi juga membuat anak lebih nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelembap bagi kulit bayi itu sangat penting. Karena jika skin barrier-nya bagus, anak tidak gampang terkena iritasi dan bisa tidur dengan nyenyak, sehingga hormon pertumbuhannya juga berkembang dengan baik," ujar Ian dalam keterangannya.

Ian menjelaskan, kondisi tersebut menjadi semakin penting bagi bayi atau anak yang memiliki riwayat alergi. Pada kelompok ini, skin barrier umumnya lebih mudah terganggu sehingga kulit lebih rentan mengalami kemerahan maupun iritasi.

Menurutnya, orang tua perlu lebih cermat memilih produk perawatan kulit dengan kandungan yang mampu membantu menjaga fungsi skin barrier. Beberapa bahan yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit bayi antara lain ceramide untuk membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, colloidal oatmeal extract yang dikenal dapat membantu menenangkan kulit, serta lactobacillus ferment lysate yang berperan mendukung keseimbangan mikrobioma kulit.

Skin barrier berperan sebagai pelindung alami

Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus menjadi benteng pertama tubuh dari paparan bakteri, alergen, polusi, maupun zat lain yang berpotensi memicu iritasi. Karena lapisan ini pada bayi masih dalam tahap perkembangan, perawatan kulit yang tepat menjadi salah satu upaya untuk membantu menjaga fungsi perlindungan alami tersebut.

Selain menggunakan pelembap yang sesuai, orang tua juga disarankan menghindari penggunaan produk dengan bahan yang berpotensi mengiritasi, serta segera berkonsultasi dengan dokter apabila anak mengalami keluhan kulit yang berulang atau tidak kunjung membaik.

CEO sekaligus Co-Founder GENTLY Baby, Nyoman Anjani, mengatakan sangat penting menjaga kesehatan kulit bayi. Berbagai inovasi produk perawatan kulit pun terus dikembangkan misalnya dengan Cera-Care Biome Technology, teknologi yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan skin barrier sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma kulit.

"Teknologi tersebut mengombinasikan lima jenis ceramide, colloidal oatmeal extract, dan lactobacillus ferment lysate dalam formulanya," kata dia.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa kebutuhan kulit setiap bayi berbeda-beda. Karena itu, orang tua tetap disarankan memilih produk sesuai kondisi kulit anak dan berkonsultasi dengan dokter apabila muncul tanda-tanda iritasi atau masalah kulit yang berkepanjangan.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]