5 Museum Paling Ramai Dikunjungi 2025, Museum Nasional Teratas

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 04:15 WIB
Pengunjung mengamati rangkaian diorama yang menjadi koleksi di Museum Sejarah Nasional atau kerap disebut Monas, Jakarta, Kamis (27/6/2024). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
orang-orang berkunjung ke Museum. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Museum kini tak lagi identik sebagai destinasi wisata rombongan sekolah. Dalam beberapa tahun terakhir, tren mengunjungi museum semakin digemari masyarakat, terutama kalangan anak muda. Hal itu tercermin dari lonjakan jumlah kunjungan ke museum sepanjang 2025.

Berdasarkan data Indonesia Heritage Agency (IHA), jumlah kunjungan ke museum meningkat hingga 218,08 persen. Angkanya melonjak dari 704.506 pengunjung pada 2024 menjadi 1.536.375 pengunjung sepanjang 2025.

Peningkatan tersebut mulai terlihat setelah Museum Nasional kembali dibuka pada Oktober 2024 usai menjalani proses revitalisasi pascakebakaran. Di saat yang sama, revitalisasi Museum Benteng Vredeburg juga rampung sehingga turut mendongkrak angka kunjungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari 2024 ke 2025 kita bisa kasih perbandingan, kunjungannya naik sekitar 218 persen," kata Kepala Museum dan Cagar Budaya Indonesia Heritage Agency, Indira Estiyanti Nurjadin, kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (11/7).

Indira mengungkapkan, kelompok usia 18-24 tahun menjadi penyumbang kunjungan terbesar ke Museum Nasional. Menurutnya, tren ini menunjukkan museum kini telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda.

"Usia 18-24 tahun itu sudah menentukan sendiri mau pergi ke mana. Jadi bukan school trip lagi. Makanya sekarang hashtag seperti museum date sudah sangat populer, terutama di Jakarta," ujarnya.

Daftar museum paling banyak dikunjungi sepanjang 2025

Berdasarkan data Indonesia Heritage Agency, berikut lima museum dengan jumlah kunjungan tertinggi sepanjang 2025:

1. Museum Nasional Indonesia - 756.092 pengunjung (2024: 242.752)

2. Museum Benteng Vredeburg - 561.604 pengunjung (2024: 328.334)

3. Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari - 88.090 pengunjung (2024: 64.591)

4. Galeri Nasional Indonesia - 75.603 pengunjung (2024: 25.308)

5. Museum Semedo - 54.967 pengunjung (2024: 43.522)

Museum Nasional mencatat lonjakan kunjungan paling signifikan setelah kembali menerima wisatawan pascakebakaran yang sempat menghentikan operasionalnya.

Borobudur masih jadi cagar budaya favorit

Selain museum, kawasan cagar budaya juga tetap menjadi magnet wisata. Candi Borobudur masih mempertahankan posisinya sebagai destinasi cagar budaya dengan jumlah kunjungan terbanyak sepanjang 2025.

Berikut lima cagar budaya yang paling banyak dikunjungi pada 2025:

1. Candi Borobudur - 1.164.764 pengunjung

2. Candi Arjuna - 363.634 pengunjung

3. Candi Gedong Songo - 242.057 pengunjung

4. Candi Cetho - 64.546 pengunjung

5. Rumah Bung Karno - 44.311 pengunjung

Meski masih berada di posisi pertama, jumlah kunjungan ke Candi Borobudur sedikit menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 1.286.222 pengunjung.

Buddhist monks take part in a circumambulation ritual at Borobudur Temple, the world's largest Buddhist temple, ahead of Vesak Day, marking the birth, enlightenment, and death of Buddha, in Magelang, Central Java Province, Indonesia, May 30, 2026. REUTERS/Andre Hidayat     TPX IMAGES OF THE DAYCandi Borobudur. (Foto: REUTERS/Andre Hidayat)

Museum Passport ikut mendongkrak kunjungan

Indira menilai salah satu faktor yang ikut mendorong meningkatnya minat masyarakat berkunjung ke museum adalah kehadiran Museum Passport, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Museum Internasional pada 18 Mei lalu.

Awalnya, Museum Passport hanya dirancang untuk digunakan di 19 museum yang berada di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency. Namun, program tersebut kemudian diperluas menjadi program nasional yang dapat digunakan di ratusan museum yang telah terdaftar di Kementerian Kebudayaan.

Tak hanya berfungsi sebagai paspor kunjungan, Museum Passport juga memuat direktori lebih dari 300 museum dari Aceh hingga Papua. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong masyarakat mengenal dan mengunjungi lebih banyak museum di berbagai daerah.

"Dalam tiga hari, 5.000 Museum Passport sold out. Sekarang kami sudah mencetak lagi 15 ribu, jadi total sudah 20 ribu," ujar Indira.

Menurutnya, museum juga perlu terus berinovasi agar tetap menarik bagi pengunjung. Selain menghadirkan pameran temporer secara berkala, pengelola juga terus mengevaluasi fasilitas pendukung, mulai dari area makan hingga ruang publik yang lebih nyaman, sehingga pengalaman berkunjung ke museum semakin menyenangkan.

(anm/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]