Jembatan Tertinggi di Dunia, Membentang di atas 'Retakan Bumi'
Jembatan Huajiang Grand Canyon di Guizhou, China, resmi memegang rekor sebagai jembatan tertinggi di dunia yang diukur dari dek hingga dasar ngarai.
Destinasi epik ini sukses menarik jutaan wisatawan yang ingin mengagumi panorama 'lautan awan' hingga menjajal ragam olahraga ekstrem.
Membentang di atas ngarai Huajiang yang kerap dijuluki sebagai "Retakan Bumi" atau Earth's crack, jembatan gantung rangka baja ini memiliki panjang total mencapai 2.890 meter dengan bentang utama sejauh 1.420 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir VN Express, jembatan ini telah dibuka untuk lalu lintas umum pada September 2025. Kehadirannya sukses memangkas waktu tempuh antara dua sisi ngarai secara drastis-dari yang sebelumnya memakan waktu hampir dua jam, kini hanya menjadi dua menit saja.
Berdiri menjulang setinggi 626 meter di atas permukaan Sungai Beipan, tinggi jembatan ini kira-kira setara dengan gedung pencakar langit 200 lantai.
Lebih dari sekadar infrastruktur transportasi, jembatan ini telah menjelma menjadi destinasi wisata paling populer di Guizhou. Berkat topografi Dataran Tinggi Yunnan-Guizhou serta iklimnya yang lembap, fenomena lautan awan sering kali terbentuk menyelimuti area sekitar jembatan pada pagi hari.
Berdiri di atas dek jembatan, para pengunjung dapat menikmati panorama ngarai tanpa batas yang berpadu dengan awan tebal di sela-sela tebing pegunungan. Infrastruktur megah ini kini terus dikembangkan menjadi pusat atraksi wisata yang menawarkan berbagai aktivitas pemicu adrenalin.
Berdasarkan laporan China Insider, beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
- Dek Observasi Menara: Pengunjung dapat menggunakan lift menuju puncak menara jembatan untuk menikmati pemandangan 360 derajat.
- Jalur Tepi Jurang (Cliff-Hanging Walkway): Memberikan sensasi berjalan menyusuri tebing yang curam.
- Bungee Jumping: Menguji nyali dengan melompat dari ketinggian 625 meter. Tiket untuk atraksi ini dibanderol seharga 2.999 yuan atau sekitar US$443.
Tak hanya memukau di siang hari, jembatan ini juga tampil gemerlap di malam hari. Mengutip China Lighting Network, pesona malam Jembatan Huajiang didukung oleh sistem pertunjukan air raksasa bersertifikat Guinness World Records.
Air dialirkan melalui pipa sepanjang 1,26 kilometer untuk membentuk tirai air, yang kemudian ditembakkan sinar laser terang guna menciptakan efek visual yang memukau di atas ngarai.
Daya tarik Jembatan Huajiang turut meniupkan napas kehidupan baru bagi desa-desa yang berada di bawah jembatan tersebut.
Laporan surat kabar People's Daily menyebutkan bahwa banyak rumah tua warga yang kini disewa dan direnovasi oleh investor menjadi penginapan. Fenomena ini juga mendorong para pemuda lokal untuk kembali ke kampung halaman demi merintis bisnis penginapan maupun jasa layanan wisata lainnya.
Sepanjang tahun ini, kawasan tersebut dilaporkan telah menyedot lebih dari 1,3 juta pengunjung dan 300.000 kendaraan. Saat ini, desa di bawah jembatan telah mengoperasikan 16 homestay, sementara 14 penginapan lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Lebih lanjut, Jembatan Huajiang juga membuka gerbang eksplorasi budaya di Guizhou. Berkat konektivitas transportasi yang sangat mudah, wisatawan dapat memadukan perjalanan mereka dengan mengunjungi desa-desa kuno, serta menyelami kehidupan sehari-hari komunitas etnis lokal seperti suku Miao dan Bouyei, menurut catatan blog China Expedition Tours.
Salah satu wilayah yang ikut kecipratan berkah infrastruktur ini adalah kota kuno Tianlong Tunbao, yang berjarak sekitar 100 km dari jembatan. Warga setempat kini gencar mengembangkan pariwisata berbasis budaya, seperti pertunjukan opera Dixi, dan aktif mempromosikan destinasi wisata mereka melalui media sosial.
(wiw)[Gambas:Video CNN]