Masih Sering Dilakukan, Ini 6 Kesalahan Saat Memberi Makan Kucing

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 20:00 WIB
Ilustrasi. Jangan sembarangan, ini kesalahan yang sering dilakukan saat memberi makan kucing. (iStockphoto/ChristopherBernard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memberi makan kucing mungkin terdengar sederhana. Cukup menuangkan makanan ke dalam mangkuk, lalu membiarkan si meong menikmati santapannya.

Namun, di balik rutinitas tersebut, ada sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan pemilik kucing tanpa disadari. Kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat berdampak pada kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.

Agar kucing tetap sehat dan aktif, berikut beberapa kesalahan memberi makan kucing yang sebaiknya dihindari melansir Unicharm Pet Wellness:

1. Memberikan porsi makan berdasarkan perkiraan

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah memberikan makanan berdasarkan 'feeling' atau perkiraan. Banyak pemilik menambah porsi karena merasa kucing masih lapar atau terus mengeong meminta makan.

Padahal, kucing dikenal pandai menarik perhatian pemiliknya demi mendapatkan makanan tambahan. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, risiko obesitas akan meningkat. Kelebihan berat badan pada kucing dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, gangguan persendian, hingga penyakit jantung.

Sebaiknya berikan makanan sesuai takaran yang tertera pada kemasan atau mengikuti anjuran dokter hewan berdasarkan usia, berat badan, dan tingkat aktivitas kucing.

2. Memberikan makanan manusia

Tatapan memelas kucing saat Anda sedang makan memang sulit ditolak. Tak sedikit pemilik yang akhirnya memberikan potongan ayam, ikan, atau makanan lain dari meja makan. Padahal, sistem pencernaan kucing berbeda dengan manusia. Banyak makanan yang aman dikonsumsi manusia justru berbahaya bagi kucing.

Misalnya, tulang ikan yang dapat menyebabkan tersedak atau melukai saluran pencernaan. Susu sapi yang sering dianggap sebagai makanan favorit kucing juga sebenarnya dapat memicu diare karena banyak kucing dewasa mengalami intoleransi laktosa.

Kucing membutuhkan makanan dengan komposisi nutrisi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.

3. Terlalu sering mengganti merek makanan

Sebagian pemilik kerap berganti-ganti merek makanan karena ingin mencoba produk baru atau khawatir kucing merasa bosan. Padahal, perubahan makanan secara mendadak dapat mengganggu sistem pencernaan kucing yang cukup sensitif. Akibatnya, kucing bisa mengalami diare, muntah, atau kehilangan nafsu makan.

Jika memang perlu mengganti makanan, lakukan secara bertahap selama sekitar tujuh hari dengan mencampurkan makanan lama dan makanan baru dalam proporsi yang perlahan diubah.

4. Menaruh tempat makan terlalu dekat dengan litter box

Kucing merupakan hewan yang sangat menjaga kebersihan. Karena itu, mereka umumnya enggan makan jika mangkuk makanan diletakkan terlalu dekat dengan kotak pasir.

Selain mengurangi kenyamanan, kondisi tersebut juga berpotensi membuat kucing kehilangan selera makan. Sebaiknya pisahkan area makan, minum, dan litter box agar kucing merasa lebih nyaman.

5. Jarang mengganti air minum

Kucing memang dikenal tidak banyak minum. Namun, bukan berarti kebutuhan cairannya boleh diabaikan.

Air minum yang dibiarkan terlalu lama bisa berubah rasa maupun aromanya sehingga membuat kucing enggan minum. Kurangnya asupan cairan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran kemih dan penyakit ginjal. Pastikan mangkuk air selalu bersih dan air diganti setiap hari agar tetap segar.

6. Tidak menyesuaikan makanan dengan usia dan kondisi kesehatan

Kebutuhan nutrisi anak kucing, kucing dewasa, dan kucing senior tentu berbeda. Begitu pula dengan kucing yang sedang hamil, menyusui, sakit, atau dalam masa pemulihan.

Memberikan makanan yang tidak sesuai dapat menghambat pertumbuhan, memperlambat proses penyembuhan, atau memicu masalah kesehatan lainnya. Pilih makanan sesuai tahap kehidupan (life stage) dan konsultasikan dengan dokter hewan apabila kucing memiliki kondisi medis tertentu.

Makanan yang tidak boleh diberikan kepada kucing

Selain memperhatikan cara memberi makan, pemilik juga perlu mengetahui sejumlah makanan yang sebaiknya tidak diberikan kepada kucing karena dapat membahayakan kesehatannya.

• Bawang merah dan bawang putih, karena dapat merusak sel darah merah dan memicu anemia.

• Cokelat, mengandung theobromine dan kafein yang bersifat racun bagi kucing.

• Susu sapi, dapat menyebabkan diare akibat intoleransi laktosa.

• Tulang ikan atau tulang ayam yang tajam, berisiko melukai saluran pencernaan atau menyebabkan tersedak.

• Minuman berkafein dan alkohol, dapat menyebabkan kejang, koma, bahkan kematian.

• Ikan mentah, berpotensi mengandung enzim thiaminase yang dapat merusak vitamin B1 sehingga meningkatkan risiko gangguan saraf.

(tis/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK