Ini 6 Tanda Kucingmu Sedang Stres, Bukan Sekadar Rewel atau Ngambek

CNN Indonesia
Minggu, 09 Agu 2026 12:20 WIB
Ada beberapa tanda yang mengindikasikan kucing kamu sedang mengalami stres.
Ilustrasi. Ada beberapa tanda yang mengindikasikan kucing kamu sedang mengalami stres. (iStockphoto)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kucing memang dikenal sebagai hewan peliharaan yang cukup pandai menyembunyikan kondisinya. Oleh karena itu, perubahan kecil dalam perilaku sehari-hari anabul ini bisa menjadi petunjuk ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Mengutip studi oleh Marta Amat et al. di Journal of Feline Medicine and Surgery (2015), stres pada kucing dapat muncul melalui perubahan perilaku dan kebiasaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kucing juga bisa mengalami stres ketika kebutuhan perilakunya tidak terpenuhi atau hubungan dengan manusia dan hewan lain di sekitarnya tidak berjalan baik.

Tanda kucing sedang stres

Lantas, seperti apa tanda kucing yang sedang stres? Ini dia beberapa di antaranya.

1. Lebih sering bersembunyi

Sesekali mencari tempat tenang merupakan perilaku normal bagi kucing. Yang perlu diperhatikan, yakni ketika kucing mulai lebih sering menghindar dan bersembunyi dibandingkan biasanya.

Kucing yang stres dapat memilih menjauh dari manusia ataupun hewan lain dan menghabiskan lebih banyak waktu di tempat yang dianggap aman.

2. Nafsu makan berubah

Perubahan pola makan juga bisa menjadi tanda kucing sedang mengalami stres. Kucing yang biasanya lahap, bisa tiba-tiba makan lebih sedikit atau bahkan kehilangan minat terhadap makanan.

Perubahan ini patut diperhatikan, terutama jika terjadi bersamaan dengan perubahan perilaku lain. Meski begitu, penurunan nafsu makan tidak selalu berkaitan dengan stres. Masalah kesehatan juga dapat menyebabkan kucing tak mau makan.

3. Kebiasaan grooming berubah

Menurut laman Veterinary Medicine International, kucing biasanya menghabiskan banyak waktu untuk merawat tubuhnya atau grooming. Saat stres, kebiasaan tersebut dapat berubah.

Sebagian kucing mungkin menjadi lebih jarang melakukan grooming. Sebaliknya, ada pula yang justru melakukan grooming secara berlebihan hingga berpotensi menyebabkan masalah pada kulit atau bulu.

Perubahan dari kebiasaan grooming yang biasanya dilakukan kucing dapat menjadi salah satu petunjuk adanya masalah.

4. Menjadi lebih agresif atau justru menghindar

Stres juga dapat membuat kucing yang biasanya tenang berubah menjadi lebih mudah tersulut. Kucing dapat lebih sering mendesis, menggeram, menyerang, atau menunjukkan keengganan untuk berinteraksi.

Sebaliknya, ada juga kucing yang merespons stres dengan makin menjauh dan menghindari kontak dengan manusia maupun hewan lain.

5. Malas bermain dan lebih pasif

Kucing yang biasanya aktif mengejar mainan, memanjat, atau mengeksplorasi rumah dapat berubah menjadi lebih pasif ketika mengalami stres. Ia mungkin lebih banyak diam, jarang bermain, atau tidak lagi tertarik dengan aktivitas yang biasanya disukai.

Berkurangnya aktivitas, eksplorasi, dan interaksi sosial termasuk perubahan perilaku, dapat muncul pada kucing yang mengalami stres.

6. Kebiasaan buang air berubah

Perubahan kebiasaan buang air juga bisa menjadi tanda kucing sedang mengalami tekanan. Misalnya, kucing yang biasanya menggunakan litter box, tiba-tiba buang air di tempat lain.

Perubahan perilaku seperti ini dapat berkaitan dengan stres, terutama ketika muncul setelah terjadi perubahan di lingkungan rumah.

Namun, pemilik sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa kucing stres. Masalah saluran kemih, pencernaan, dan kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan perubahan kebiasaan buang air.

Perhatikan Perubahan dari Kebiasaan Kucing

Selain perubahan perilaku, tanda stres juga dapat terlihat dari bahasa tubuh. Mengutip pedoman AAHA/AAFP Feline Life Stage Guidelines, ada sejumlah tanda yang bisa diamati.

Mulai dari tubuh yang merunduk atau tegang, telinga ditarik ke belakang, pupil melebar, ekor yang bergerak cepat atau diselipkan, hingga kucing berusaha bersembunyi atau melarikan diri.

Yang terpenting, jangan menjadikan satu tanda sebagai patokan kucing pasti sedang stres. Bersembunyi, tidak mau makan, agresif, hingga berubah kebiasaan buang air, juga dapat menjadi tanda penyakit.

(anm/rti)