RI Puncaki Pasar Penerbangan Terbesar ASEAN, Vietnam Geser Thailand

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 17:00 WIB
Sebuah pesawat komersil lepas landas dari Run Way Utara Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (7/4/2026). Pemerintah resmi mengizinkan maskapai menaikan harga tiket dikisaran 9 persen hingga 13 persen menyusul adanya lonjakan harga avtur
Ilustrasi penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia masih kokoh bertengger di posisi puncak sebagai pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara dengan raihan 10,9 juta kursi, tumbuh tipis 0,3 persen secara tahunan.

Sementara itu, Vietnam resmi menggeser posisi Thailand sebagai pasar penerbangan terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara pada Juli 2026.

Laporan terbaru dari lembaga analisis penerbangan asal Inggris, Official Airline Guide (OAG), mencatat Vietnam membukukan kapasitas tempat duduk mencapai 7,4 juta kursi atau tumbuh 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thailand, yang pada bulan-bulan sebelumnya mengamankan posisi kedua, harus rela melorot ke peringkat ketiga setelah mencatatkan kapasitas 6,9 juta kursi-mengalami penurunan sebesar 3 persen. Posisi selanjutnya disusul oleh Malaysia dan Filipina.

OAG mengungkapkan bahwa penurunan kapasitas penerbangan di Thailand, Malaysia, dan Filipina sebagian besar dipicu oleh dampak krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Seperti dilansir VN Express, laporan OAG juga menobatkan maskapai nasional Vietnam Airlines sebagai maskapai penerbangan terbesar di Asia Tenggara sepanjang Juli 2026.

Maskapai penerbangan ini mencatatkan kapasitas mencapai 2,81 juta kursi, atau tumbuh tipis 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, OAG melaporkan bahwa total kapasitas penerbangan di pasar Asia Tenggara pada Juli lalu mengalami penyusutan sebesar 1,2 persen secara tahunan menjadi 50,4 juta kursi.

Penyusutan pasar regional ini disebabkan oleh lonjakan biaya bahan bakar avtur yang terimbas ketegangan politik di Timur Tengah, yang diawali serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran

Kondisi tersebut memaksa sejumlah maskapai di Asia Tenggara mengambil langkah efisiensi dengan memangkas beberapa rute penerbangan internasional.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]