Tersiksa, 373 Penumpang Terjebak di dalam Pesawat Tanpa AC 10 Jam

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 18:00 WIB
Sebanyak 373 penumpang terjebak di dalam pesawat tanpa pendingin udara (AC) selama 10 jam di China. Simak kronologinya.
Ilustrasi. Sebanyak 373 penumpang terjebak di dalam pesawat tanpa pendingin udara (AC) selama 10 jam di China. Simak kronologinya. (iStockphoto/wisely)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 373 penumpang terjebak di dalam pesawat tanpa pendingin udara (AC) selama 10 jam di China.

Ratusan penumpang itu sebelumnya dijadwalkan terbang dari Dubai (Uni Emirat Arab) ke Shanghai (China) dengan maskapai Emirates. Namun, mereka harus terdampar akibat cuaca buruk yang membuat pesawat dialihkan ke Hangzhou.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah jadi semakin parah saat pesawat mengalami masalah teknis dan operasional selama jadwal pengalihan.

Penerbangan bernomor EK302 itu sebelumnya telah hampir tiba di Bandara Internasional Shanghai Pudong pada 22 Juli lalu. Namun, badai petir membuat pesawat harus mengalihkan penerbangan ke Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan.

Mulanya, awak pesawat memperkirakan penerbangan bakal bisa langsung dilanjurkan usai cuaca di Shanghai membaik. Prosedur imigrasi untuk penumpang pun tidak diaktifkan di Bandara Hangzhou.

Hanya saja, penundaan berkepanjangan itu nyatanya melebihi batas jam kerja awak kabin. Akibatnya, Emirates terpaksa mengirimkan awak kabin pengganti. Berdasarkan aturan penerbangan, awak kabin tidak boleh bertugas melebihi durasi tertentu.

Selama menunggu di Bandara Hangzhou, sistem pendingin udara di Airbus A380 itu dilaporkan mengalami pemadaman. Kondisi ini jelas membuat penumpang tidak nyaman. Beberapa petugas medis pun dipanggil usai sejumlah penumpang mengalami masalah kesehatan.

Setelah sistem pesawat kembali dihidupkan, ditemukan masalah teknis lain yang membuat pesawat terhambat untuk lepas landas.

Penumpang akhirnya diizinkan turun dari kapal sekitar pukul 6 pagi sebelum mereka diberikan akomodasi hotel dan transportasi untuk melanjutkan perjalanan ke Shanghai. Sementara pesawat tetap berada di Bandara Hangzhou selama dua hari sebelum kembali ke Dubai.

Melansir VN Express, Emirates meminta maaf atas gangguan yang terjadi. Menurut mereka, gangguan terjadi akibat kombinasi masalah teknis dan kebutuhan untuk mengganti awak penerbangan.

Maskapai juga membela keputusannya untuk menahan penumpang di dalam pesawat setelah pengalihan rute. Hal itu, lanjut mereka, merupakan praktik standar untuk penerbangan internasional yang dialihkan ke bandara alternatif demi menghindari prosedur imigrasi yang rumit dan biaya tambahan.

Bandara Internasional Hangzhou juga menghadapi kritik atas penanganan insiden tersebut. Penumpang mempertanyakan komunikasi antara bandara dan maskapai penerbangan selama penundaan panjang.Insiden tersebut menyoroti tantangan operasional dalam menangani pengalihan rute penerbangan yang melibatkan pesawat internasional berukuran besar.

(asr)