Mengagumi Piramida Meroe, Kini Terancam Hancur Gara-gara Perang

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 18:30 WIB
Piramida Meroe di Sudan, situs arkeologi kuno berusia 2.000 hingga 2.300 tahun. (iStockphoto/Martin Vlnas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konflik bersenjata yang berkecamuk di Sudan kini mengancam keberadaan piramida kuno Meroe, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal dengan arsitektur lancipnya yang khas.

Akibat perang saudara tersebut, tak menutup kemungkinan piramida kuno Meroe berusia 2.000 hingga 2.300 tahun itu bisa hancur, setelah seluruh upaya konservasi terhenti total.

"Situs ini dapat menghadapi bencana besar dan keruntuhan bangunan sangat mungkin terjadi," peringat ahli arkeologi, Mahmoud Suleiman, seperti dilansir Stuff.

Terletak sekitar 200 kilometer di sebelah utara ibu kota Khartoum, kawasan Meroe menampung lebih dari 200 piramida yang dibangun antara tahun 800 SM hingga 350 Masehi sebagai makam kerajaan bagi para penguasa Kerajaan Kush.

"Pasir makin menebal di area piramida hingga ke dalam kuil, sementara semak belukar tumbuh liar," ungkap Mustafa Ahmed, salah satu penjaga situs Meroe saat melintasi bukit pasir di area tersebut.

"Piramida-piramida ini telah mengalami penurunan kondisi yang parah dan bebatuan mulai berguguran," lanjutnya.

Inspektur benda purbakala, Mohamed Mubarak, menjelaskan bahwa kandungan garam yang terlepas dari tumpukan pasir telah terkumpul di dalam kuil pemakaman.

Garam ini mengikis batuan yang pada dasarnya berstruktur rapuh, sehingga berisiko merusak ukiran relief kuno yang ada di sana.

"Perubahan iklim, perang yang memicu hilangnya tenaga kerja, serta sulitnya misi asing untuk melanjutkan riset akibat instabilitas keamanan ... seluruh faktor ini berkontribusi pada penurunan kondisi situs secara signifikan," jelas Suleiman.

Perang saudara mematikan di Sudan yang pecah sejak April 2023 telah merusak berbagai situs bersejarah dan museum di negara tersebut.

UNESCO memperingatkan bahwa situs budaya dan sejarah Sudan berada dalam ancaman yang kian membesar. Tercatat lebih dari 100 situs budaya mengalami kerusakan, serta sedikitnya 22 museum dijarah atau dihancurkan sejak konflik bersenjata berkecamuk.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK