Ini Daftar Negara untuk Melihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus

CNN Indonesia
Minggu, 09 Agu 2026 11:30 WIB
Gerhana matahari total akan kembali melintasi beberapa wilayah ini pada 12 Agustus 2026.
Ilustrasi. Gerhana matahari total akan kembali melintasi beberapa wilayah ini pada 12 Agustus 2026. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gerhana matahari total akan kembali melintasi daratan Spanyol pada 12 Agustus 2026. Fenomena ini menjadi yang pertama terjadi di negara tersebut dalam kurun lebih dari 100 tahun dan diperkirakan menarik perhatian jutaan pengamat langit dari berbagai negara.

Fenomena tersebut juga bertepatan dengan dua peristiwa astronomi lainnya, yakni parade enam planet sebelum fajar dan puncak hujan meteor Perseid pada malam hari. Kombinasi ketiga fenomena ini membuat 12 Agustus 2026 menjadi salah satu hari dengan aktivitas astronomi paling menarik sepanjang tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerhana matahari total terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus sehingga bulan menutupi seluruh piringan matahari. Jalur totalitas kali ini akan melintasi Semenanjung Iberia, sebagian Greenland, dan Islandia.

Bayangan inti (umbra) bulan akan bergerak dari kawasan dekat Kutub Utara menuju selatan. Proses tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 1,5 jam dengan lintasan sepanjang 8.260 kilometer yang sebagian besar berada di atas Samudra Atlantik.

Durasi totalitas terlama mencapai 2 menit 18 detik dan diperkirakan terjadi di lepas pantai barat Islandia. Saat memasuki Portugal dan Spanyol, fase totalitas akan berlangsung sekitar satu menit sebelum berakhir di Laut Mediterania.


Bertepatan dengan parade planet dan hujan meteor Perseid

Selain gerhana matahari total, langit pada 12 Agustus 2026 juga akan dihiasi parade enam planet yang terlihat sebelum matahari terbit. Setelah matahari terbenam, hujan meteor Perseid diperkirakan mencapai puncaknya.

Karena bertepatan dengan fase bulan baru, langit malam akan lebih gelap sehingga kondisi pengamatan meteor diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di sejumlah wilayah, meteor juga diperkirakan masih dapat terlihat ketika langit berada dalam kondisi redup akibat fase totalitas gerhana.

Pembuat peta gerhana Michael Zeiler memilih mengamati fenomena ini dari atas kapal pesiar di kawasan fjord Greenland. Selain gerhana matahari total, ia berharap dapat menyaksikan aurora borealis atau cahaya utara.

"Hal yang paling membuat saya bersemangat adalah menyaksikan fenomena alam yang sangat langka," ujar Zeiler, dikutip dari Independent.

Fenomena ini juga akan dipantau sejumlah lembaga antariksa. Badan Antariksa Eropa (ESA) akan menggelar siaran langsung dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Spanyol dan mengadakan kegiatan publik di Kota Leon.

Sementara itu, NASA dan Virtual Telescope Project dari Italia juga dijadwalkan menyiarkan pengamatan gerhana.

"Bagi saya, ini bukan sekadar momen ilmiah atau keselarasan benda langit. Ini adalah momen kemanusiaan yang sangat emosional, sebuah hubungan nyata antara kita yang berpijak di Bumi dengan alam semesta," kata Direktur Sains ESA, Carole Mundell.

Gerhana pada Agustus 2026 menjadi awal dari rangkaian fenomena gerhana yang akan melintasi Spanyol dalam beberapa tahun mendatang.

Pada 2 Agustus 2027, gerhana matahari total berdurasi sekitar 6 menit 23 detik akan melintasi Spanyol bagian selatan hingga Afrika Utara dan Timur Tengah.

Selanjutnya, pada 26 Januari 2028, gerhana matahari cincin akan kembali melintasi negara tersebut.

Gerhana matahari total terakhir yang melintasi daratan utama Spanyol terjadi pada 1912. Namun, karena peristiwa itu merupakan gerhana hibrida dengan fase totalitas yang hanya berlangsung beberapa detik, sebagian astronom menilai gerhana matahari total penuh terakhir di Spanyol sebenarnya terjadi pada 1905.

(fef/fef)


[Gambas:Video CNN]