Viral Mi Ayam Pakai Saus dan Micin Brutal, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 12:15 WIB
Viral video mi ayam dengan saus dan micin dalam jumlah banyak di media sosial. Ketahui risiko kebanyakan konsumsi micin dan saus bagi kesehatan.
Ilustrasi. Viral video mi ayam dengan saus dan micin dalam jumlah banyak di media sosial. Ketahui risiko kebanyakan konsumsi micin dan saus bagi kesehatan. (Foto: istockphoto/Lidya Elfa Sari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Video pedagang mi ayam yang menuangkan saus merah dan MSG atau micin dalam jumlah banyak ke dalam semangkuk mi belakangan berseliweran di media sosial.

Perhatian warganet tertuju pada penggunaan bumbu micin dan saus secara 'brutal' dalam satu porsi mi ayam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya MSG, penggunaan saus dalam jumlah banyak juga menjadi perhatian. Sebab, saus dapat mengandung natrium, gula, serta bahan tambahan pangan seperti pewarna dan pengawet yang penggunaannya hanya diperbolehkan dalam batas tertentu.

Spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal dan hipertensi, Prof Dr dr Endang Susalit, SpPD-KGH, FINASIM, mengingatkan konsumsi makanan dengan bumbu berlebihan tidak serta-merta langsung menimbulkan penyakit jika hanya dilakukan sesekali. Risiko lebih perlu diperhatikan jika pola makan tersebut menjadi kebiasaan dalam jangka panjang.

"Kalau hanya sekali sebulan sih mungkin nggak terlalu pengaruh ya. Tapi kalau hampir tiap hari makan seperti itu, ya lama-lama akibat gulanya tadi diabetes, akibat garam itu bisa tensinya naik. Akibatnya itu dua-dua keadaan itu bisa menyebabkan penyakit ginjal kronik tadi," ujarnya, dikutip dari detik, Senin (10/8).


Bahaya kebanyakan micin dan saus

MSG atau monosodium glutamate merupakan garam natrium dari asam glutamat yang digunakan sebagai penguat rasa umami. Penggunaan MSG dalam makanan tidak otomatis membuat makanan menjadi berbahaya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menggolongkan MSG sebagai bahan yang secara umum aman dikonsumsi dalam jumlah lazim. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan tetap perlu diperhatikan, terutama karena MSG juga menyumbang asupan natrium.

Dilansir dari Mayo Clinic, pada sebagian orang, konsumsi MSG dalam jumlah besar dapat dikaitkan dengan keluhan jangka pendek seperti sakit kepala, kemerahan, kesemutan, jantung berdebar, mual, atau rasa tidak nyaman.

Meski penelitian belum menunjukkan bukti yang konsisten bahwa MSG secara langsung menyebabkan gejala tersebut pada masyarakat secara umum.

Selain micin, penggunaan saus dalam jumlah banyak juga perlu menjadi perhatian. Saus dapat mengandung gula dan natrium, sehingga konsumsi secara berlebihan dapat menambah asupan kedua zat tersebut dalam satu porsi makanan.

Saus juga dapat menggunakan bahan tambahan pangan, termasuk pewarna dan pengawet. Penggunaan bahan tambahan pangan pada produk pangan olahan pada dasarnya diperbolehkan selama memenuhi ketentuan dan batas penggunaan yang ditetapkan.

Di Indonesia, penggunaan bahan pengawet dalam saus juga diatur melalui Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2020. Natrium benzoat dan kalium benzoat, diperbolehkan digunakan sebagai perisa makanan dengan batas maksimum yang telah ditetapkan.

Endang menambahkan, masalah utama muncul ketika makanan dengan kandungan garam dan gula tinggi dikonsumsi berulang dalam jangka panjang.

"Jadi ada zat-zat tertentu yang dalam makanan tadi, yang biasanya kita identifikasi garam sama gula biasanya. Itu yang jelas mengganggu tubuh itu pun untuk jangka panjang," jelasnya.

Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sementara konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes. Kedua kondisi tersebut merupakan faktor yang dapat berkontribusi terhadap penyakit ginjal kronik.

"Kalau sekali-sekali mungkin nggak masalah, sekali-sekali dalam dua bulan, tiga bulan. Tapi kalau rutin itu terus sehingga masukkan garam dan gula tadi bertumpuk, lama-lama organ tubuh yang menerima itu nggak siap, nggak tahan. Timbul penyakit baru," ujarnya.

(fef/fef)


[Gambas:Video CNN]