Turis China Kena Teguran Usai Lindas Situs Batu Purba Pakai Motor

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 09:45 WIB
Pulau Ly Son di Vietnam. (iStockphoto/Khoa Nguyen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas di Pulau Ly Son, lepas pantai tengah Vietnam, melayangkan teguran keras kepada seorang turis China yang nekat mengendarai sepeda motor di atas To Vo, sebuah struktur gerbang batu vulkanik purba yang dilindungi sebagai "situs warisan nasional."

Pria berusia 30 tahun tersebut dipanggil oleh pejabat setempat pada Rabu (5/8) setelah rekaman video yang memperlihatkan aksinya menunggangi motor di atas formasi batu basal itu tular di media sosial.

Kepada petugas, pria tersebut berkilah tidak memahami tanda peringatan larangan memanjat yang terpasang di lokasi lantaran tidak bisa berbahasa Vietnam maupun bahasa Inggris.

"Saya melihat formasi batuan itu sangat indah dan hanya ingin maju lebih dekat untuk melihatnya. Saya benar-benar minta maaf," ungkap turis tersebut saat diperiksa, seperti dilansir VN Express.

Otoritas setempat memutuskan untuk meminta pria tersebut menandatangani surat pernyataan janji tidak akan mengulangi perbuatannya.

To Vo, yang terletak di sisi barat Big Island, memiliki panjang sembilan meter dan tinggi 2,5 meter dengan celah di bagian bawah tempat ombak menerpa pasir.

Formasi batu ini terbentuk akibat letusan gunung berapi puluhan juta tahun lalu dan terkikis oleh perubahan permukaan laut selama 6.000 tahun terakhir, hingga akhirnya ditetapkan sebagai situs warisan nasional pada 2025.

Insiden ini mempertegas tantangan besar dalam menjaga keutuhan salah satu keajaiban geologis unik milik Vietnam tersebut.

Untuk melindungi struktur batuan yang rapuh sekaligus mencegah kecelakaan, otoritas setempat sebenarnya telah melarang aktivitas memanjat di atas gerbang batu dan memasang papan peringatan sejak April lalu. Namun, aksi pelanggaran dilaporkan masih kerap terjadi.

Pada Juli lalu, beberapa rombongan turis juga terlihat memanjat ke atas gerbang batu untuk berfoto, mengabaikan papan larangan serta teguran dari warga sekitar.

Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Informasi Ly Son, Vo Thi Huong, mengakui bahwa situs-situs wisata di pulau tersebut saat ini belum memiliki petugas keamanan permanen, sehingga pengawasan masih sangat bergantung pada kesadaran para pengunjung. Selain itu, belum ada regulasi hukum yang mengatur sanksi denda bagi para pelanggar.

Menanggapi masalah ini, Pemerintah Kawasan Khusus Ly Son tengah mengambil langkah penataan kawasan, termasuk proyek infrastruktur yang dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

Proyek tersebut bakal menetapkan jalur khusus wisatawan serta menempatkan tim pengelola permanen untuk menjaga dan melindungi situs bersejarah tersebut secara ketat.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK